Berita

Menteri Syarief: Aneh, Pemerintah Bantu UMKM Tapi Masih Dipajaki

JUMAT, 15 JULI 2011 | 10:10 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hasan menyayangkan kalau koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih dikenakan pajak tinggi. Hal ini terkait tingginya suku bunga acuan (BI rate) sebesar 6,5 persen.

"Ini aneh, pemerintah kasih bantuan subsidi kredit, tapi kok masih dikenai pajak?" kata dia usai membuka acara pameran "Etnik Muslim Fashion Indonesia" di Gedung Smesco, Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan, pada dasarnya Kemenkop setuju dengan pemungutan pajak kepada UMKM. Apalagi, data Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan sektor UMKM menyumbang pendapatan domestik bruto (PDB) untuk negara terbesar, yaitu 61,9 persen. Namun, kata Syarief, pemerintah seharusnya mendorong koperasi dan UMKM menjadi besar dan kuat dulu, baru dikenakan pajak.


"Jika masih kecil mereka sudah dirangsang membayar pajak, mereka rugi dari awal," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat.

Diketahui, saat ini batasan pendapatan UMKM yang boleh dikenakan pajak masih digodok oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kemenkop Guritno Kusumo mengatakan, banyak koperasi dan UMKM terkena pajak berlapis. Misalnya, UKM peternak sapi yang dikenai pajak saat menyetorkan susunya ke koperasi. Selanjutnya, dari koperasi kembali dikenai pajak saat menyetorkan susunya ke industry pengolahan.

"Jadinya dobel, kasihan rakyat," katanya.

Ia menjelaskan, kisaran pajak yang harus dibayarkan UMKM antara 10-15 persen. Jumlah pajak ini menurutnya terlalu tinggi. Bahkan, jika bisa, UMKM dikenakan pajak nol persen. Guritno menaruh harapan besar, pajak untuk UMKM dapat ditinjau kembali cara perhitungannya supaya tak terjadi double accounting.
[zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya