Berita

massa panji gumilang

Ribuan Pendukung Abu Toto Terus Bertambah di Mabes Polri

KAMIS, 14 JULI 2011 | 12:39 WIB | LAPORAN:

RMOL. Aliran massa pendukung pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, AS Panji Gumilang alias Abu Toto, terus bergerak ke kawasan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan. Saat ini, separuh dari sekitar 10 ribu pendukung yang menamakan diri Masyarakat Indonesia Membangun sudah tiba di depan Mabes. Sementara, ribuan orang lagi masih bergerak perlahan dari arah Senayan.

Di Mabes Polri, 10 orang pimpinan massa diterima masuk oleh Kabareskrim Irjen Sutarman dan Kapolda Matro Jaya Irjen Untung S Rajab. Hingga berita diturunkan pimpinan massa sudah sekitar 10 menit berdialog dengan pimpinan Polri.

Menurut informasi yang didapatkan di lapangan, 10 ribu massa itu akan menggelar sembahyang bersama di depan Mabes Polri untuk memohon pada Tuhan agar tuntutan mereka kepada Polri dikabulkan. Belum diketahui apakah ada penambahan jumlah pasukan pengamanan dari Mabes Polri yang sebelumnya berjumlah 700 personil.


Massa menuntut Kapolri Jenderal Timur Pradopo menghentikan proses hukum terhadap Panji Gumilang. Tak hanya itu, mereka meminta penahanan Abdul Halim ditangguhkan dan siap menjamn kesiapan Halim dalam menghadapi proses penyidikan dan peradilan. Halim adalah staf Panji Gumilang yang saat ini ditahan karena tersangkut kasus yang sama dengan pendiri Al Zaytun itu kasus pemalsuan dokumen.

Setelah diperiksa satu kali oleh polisi, Panji Gumilang dijadikan tersangka oleh Bareskrim, menyusul laporan eks Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) KW9, Imam Supriyanto, terkait kasus pemalsuan dokumen. Panji Gumilang dituduh pemalsuan tanda tangan Imam Supriyanto dalam dokumen akta pendirian Yayasan Pesantren Indonesia.

Imam Supriyanto juga pernah memberikan keterangan terkait dugaan makar yang dilakukan Panji dan NII KW 9. Imam berharap kasus pemalsuan dokumen ini bisa membuka keterlibatan Panji Gumilang dalam dugaan makar jaringan NII KW9.[ald]

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya