Berita

ilustrasi/ist

Negara Demokrasi Terbesar Ketiga di Dunia, Indonesia Layak Dijadikan Model

RABU, 13 JULI 2011 | 08:50 WIB | LAPORAN:

RMOL. Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Karena itu, pengalaman Indonesia menjalani proses demokrasi layak menjadi model bagi berbagai negara yang saat ini sedang menghadapi transisi di Afrika Utara. Apalagi Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Demikian  disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Peace and Democracy (IPD), I Ketut Putra Erawan, pada pertemuan tahunan ke-22 Crans Montana Forum (Swiss) di Brussel baru-baru ini.

Menurut Minister Counsellor Pensosbud dan Diplik KBRI Brussel, Palupi S. Mustajab, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 13/7), forum yang berdiri sejak tahun 1989 ini merupakan forum bidang politik keamanan.


Dalam pertemuan Special One Day Program dengan tema Looking for Political Model dalam forum yang dihadiri oleh sekitar 600 peserta terseleksi dari wakil pemerintah, organisasi internasional serta kalangan dunia usaha tersebut, Ketut Putra Erawan mengatakan bahwa  penguatan demokrasi Indonesia masih terus berjalan. Hal ini dapat menjadi referensi menarik dalam debat terbuka yang mengangkat tema tantangan dunia menghadapi masa transisi di negara-negara kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah saat ini.

Sementara Erawan, dalam makalahnya yang berjudul No Short Cut Progress: The Path of Democratization in Indonesia,  mengetengahkan pentingnya untuk melihat kembali dasar-dasar  pembangunan dan konsolidasi institusi demokrasi, mendengarkan aspirasi dan keinginan rakyat serta penyampaian demokrasi.

Apresiasi dari berbagai pihak pada forum ini terhadap perjalanan kehidupan demokrasi di Indonesia merupakan suatu refleksi pentingnya pengakuan dunia internaional atas peran IPD sebagai pelaksana Bali Democracy Forum dalam upaya pemajuan perdamaian dan demokrasi. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan tentang peranan Indonesia dalam membantu mengatasi masa transisi di Afrika Utara melalui pelaksanaan Workshop on Egypt-Indonesia Dialogue on Democratic Transition di Jakarta tanggal 25-27 Mei 2011 yang juga mendapat tanggapan posistif dari berbagai pihak, termasuk Uni Eropa. [yan]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya