Berita

Humor Politik

Kemiskinan Pun Tergambar di Dunia Hantu Indonesia

SENIN, 11 JULI 2011 | 06:28 WIB

DALAM daftar Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI) negeri tercinta ini, Indonesia, berada di posisi yang tak menggembirakan, yakni 111. Kalah bila dibandingkan dengan negara tetangga. Filipina berada di urutan ke 100, lalu Thailand (94), Malaysia (59), dan Singapura (27).

Selain HDI, cara lain mengukur penderitaan rakyat di sebuah negara adalah dengan menelisik penampilan hantu di negara itu. Tapi sesungguhnya ini masih jadi perdebatan. Ada sementara kalangan yang percaya bahwa kondisi hantu di sebuah negara tergantung indeks korupsi di negara itu.

Untuk lebih jelas, kita bandingkan penampilan beberapa hantu berikut ini:

Drakula dari Eropa dan Amerika
Mengenakan jas hitam dan setelannya, berdasi, berpenampilan rapi dan elegan. Tempat tinggal di kastil megah atau rumah mewah. Bermobil mewah dan berperpendidikan tinggi seperti di film Twilight.

Vampir dari China
Berpakaian ala bangsawan China lengkap dengan songkok hitam. Tinggal di kuil atau kastil mewah.  Memakai perhiasan berupa kalung atau cincin giok

Jin dari Timur Tengah
Mengenakan pakaian bangsawan Arab, lengkap dengan sepatu khasnya. Memakai anting dan perhiasan dari emas. Tinggal di dalam lampu minyak yang terbuat dari emas dan berhias permata.

Berbagai makhluk jadi-jadian dari Indonesia
Kuntilanak
Mengenakan daster putih polos sederhana. Rambut panjang tidak terurus, kantung mata hitam legam dan wajah pucat pasi. Tinggal di pepohonan, kadang di gudang tidak terpakai. Profesi penjual jamu gendong, terkadang menjadi PSK.

Pocong

Mengenakan daster putih polos sederhana. Rambut panjang tidak terurus, kantung mata hitam legam dan wajah pucat pasi. Tinggal di pepohonan, kadang di gudang tidak terpakai. Profesi penjual jamu gendong, terkadang menjadi PSK.

Pocong
Muka jelek, tidak terawat, jarang ke salon, jarang spa. Pakaian kain kafan kumel karena tidak pernah dicuci. Tempat tinggal di kuburan atau lorong-lorong gelap.

Jelangkung
Saking mirisnya, kemana-mana kudu jalan kaki, tidak sanggup bayar ojek (datang tidak dijemput, pulang tidak diantar).

Tuyul
Boro-boro baju, cuma punya celana dalam doang.

Betapa miskinnya negeri kita, sampai keadaan hantunya saja mengenaskan. [***]


Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya