Berita

ilustrasi/ist

Dunia

KRISIS KOLOMBIA

Dengan Mini Bus Penuh Bahan Peledak, Pemberontak Serang Pasar dan Pos Polisi

MINGGU, 10 JULI 2011 | 11:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Kelompok Pemberontak Tentara Revolusioner Kolombia (FARC) menyerang lima kota di kawasan barat Kolombia. Akibat serangan ini tercatat tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Anggota FARC menyerang  secara brutal di kota Taribio, Provinsi Cauca. Dengan menggunakan mini bus yang dipenuhi bahan peledak, pasukan pemberontak ini datang ke sebuah pasar yang sedang ramai dan menyerang sebuah pos polisi. Selain itu para pemberontak juga menembaki warga sipil. Sedikitnya dua warga sipil dan seorang polisi tewas akibat serangan mendadak tersebut.

Walikota Toribio, Carlos Banguero, mengatakan bahwa  kotanya telah berulang kali diserang oleh FARC yang telah menewaskan 41 warga sipil. Selain menyerang Toribio, para pemberontak juga menyerang kota Corinto, Caldano, Jambalo dan Santander.


Menanggapi serangan ini, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan bahwa serangan yang dilancarkan oleh FARC tersebut adalah sebuah tindakan seorang pengecut dan membuktikan bahwa posisi para pemberontak sudah semakin tertekan dengan adanya operasi militer pemerintah.

"Kami tahu pasti apa yang mereka pikirkan. Mereka melakukan ini untuk mengalihkan perhatian pasukan pemerintah, karena kami sudah merebut tempat-tempat perlindungan mereka," ujar  Presiden Santos seperti dilansir BBC (Minggu, 10/7).

FARC atau Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia adalah kelompok pemberontak beraliran Marxis yang sudah melakukan perlawanan terhadap pemerintah Kolombia sejak 1960-an. Diperkirakan, hingga saat ini FARC telah memiliki 10 ribu pasukan bersenjata lengkap. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya