Berita

ilustrasi

Memuaskan, Ganjaran UKP4 untuk Kantor Syarief Hasan

SABTU, 09 JULI 2011 | 23:36 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Menteri Koperasi dan UKM Syarief  Hasan bersama seluruh jajaran instansinya mengaku senang karena laporan Unit Kerja Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Presiden mengumumkan kinerja Kemenkop dan UKM mendapat rapor wajar tanpa pengecualian (WTP).



"Saya baru menerima laporan itu secara resmi hari ini, setelah Rapat Kabinet Kamis 7 Juli 2011 kinerja itu diserahkan langsung oleh Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto kepada Presiden," kata Syarief kepada wartawan, (Sabtu, 9/7).




Menurutnya, seluruh pejabat, staf dan Menkop dan UKM berbunga-bunga hatinya, karena pada semester sebelumnya instansi pemberdaya pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM) tersebut mendapat rapor wajar dengan pengecualian (WDP).



Lanjut Syarief, seusai Sidang Kabinet, tim UKP4 tidak menyerahkan secara langsung laporan kinerja seluruh kementerian tersebut kepada masing-masing kementrian. Dirinya, menerima laporan tersebut pada hari ini setelah memasuki ruang kerjanya di jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.



Dalam penilaian kinerja seluruh instansi pemerintah, penilaian yang diberikan tim UKP4, mulai dari kategori sangat memuaskan, memuaskan, diperhatikan, dan tidak memuaskan. "Yang pasti, predikat WTP membuat seluruh staf dan pejabat di kementerian ini bangga. Sebab, predikat itu menandakan semua program yang kami dilaksanakan, tercapai dengan baik," katanya.



Dikemukakan, reputasi ini dicapai instansi tidak terlepas dari seluruh peranan stakeholders atau pemangku kepentingan yang terlibat. Termasuk di antaranya kelompok media yang terlibat mempublikasikan informasi dan kinerja Kemenkop dan UKM.



Ke depan dia berjanji akan terus memberi motivasi kepada seluruh staf dan pejabat di jajarannya agar bisa meningkatkan kinerja, dan paling tidak bisa mempertahankan predikat penilaian WTP seperti pada semester ini.[dem]




Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya