RMOL. Sudan Selatan telah menjadi Republik baru di dunia setelah secara resmi melepaskan diri dari Sudan. Dengan begitu, Sudan Selatan adalah negara ke-193 yang diakui PBB.
Upacara kemerdekaan rencananya dilangsungkan hari ini (Sabtu, 9/7) dengan parade militer, doa bersama dan menaikkan bendera republik yang baru diproklamasikan tersebut, juga penandatanganan konstitusi transisi oleh presiden pertama Salva Kiir Mayardit.
Ketua Majelis Legislatif Sudan Selatan, James Wani Igga, akan membacakan proklamasi Sudan Selatan pada pukul 11.45 waktu setempat yang akan dilanjutkan dengan penurunan bendera Sudan dan menggantinya dengan pengibaran bendera Sudan Selatan.
Uniknya, pemerintah Sudan Utara yang selama ini berperang dengan Sudan Selatan selama lebih dari lima dekade, menjadi negara pertama yang mengakui berdirinya Republik Sudan Selatan. Meski demikian pemimpin Utara dan Selatan masih belum menyepakati beberapa masalah sangat sensitif mengenai perbatasan dan pendapatan minyak yang merupakan sumber penghasilan kedua negara tersebut.
"Kami akan merestui saudara-saudara kami di selatan soal negara negara mereka dan kami mengharapkan mereka berhasil," ujar Presiden Sudan, Omar al Bashir, saat merestui berdirinya negara Sudan Selatan, seperti dilansir Aljazeera (Sabtu, 9/7).
Kemerdekaan Sudan Selatan datang tepat enam bulan setelah referendum dimana 99 persen rakyat memilih untuk berpisah dengan saudara mereka di utara. Penyelenggaraan jajak pendapat tersebut menjadi bagian kesepakatan tahun 2005 untuk menghentikan perang saudara yang sudah berlangsung sekitar 20 tahun dan menewaskan 1,5 juta orang.
[ald]