ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Memasuki masa liburan sekolah, beberapa tempat wisata dibanjiri para wisatawan lokal. Tugu Monumen Nasional adalah tempat alternatif bagi para wisatawan untuk berekreasi.
Di samping biaya masuk area Monas yang gratis, monumen simbol kebesaran kota Jakarta ini juga bisa memberikan edukasi bagi para pengunjung yang membawa anak-anak mereka. Hal ini terbukti dengan padatnya antrean masuk monumen tersebut.
Tampak, beberapa saat lalu, para pengunjung rela menunggu berjam-jam hanya untuk masuk ke dalam area monumen tersebut.
Momen ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang dsekitar Monas. Suwarno misalnya. Pria asal Purwokerto ini mengakui omsetnya setiap liburan anak sekolah naik. Pria yang sehari-hari berdagang es krim keliling Monas ini mengatakan bahwa selama liburan dagangannya selalu habis dan mendapat keuntungan 300 persen dari hari biasa.
Sarwono hanya berdagang sekitar parkiran atau lebih tepatnya di samping pagar pintu masuk Monas. Menurutnya, berdagang di dalam area Monas punya risiko yang besar. Karena terkadang para pedagang kejar-kejar Satpol PP. Bila sampai tertangkap, pedagang diharuskan membayar uang tebusan sebesar Rp500 ribu. Karena alasan itulah pria 63 tahun ini enggan berjualan di area dalam Monas.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42