Berita

ilustrasi/ist

Humor Politik

Inilah Humor Politik yang Semoga Belum Basi :)

MINGGU, 03 JULI 2011 | 06:40 WIB

SUDAH tak terbilang jumlah filsuf, akademisi, ahli dan praktisi yang mencoba menjelaskan misteri politik. Namun tak satu pun penjelasan di balik begitu banyak peristiwa politik di muka bumi ini yang memuaskan.

Coba pikirkan, apa yang bisa menjelaskan mengapa Hitler dapat berkuasa sedemikian rupa di Jerman dan membawa dunia pada peperangan besar kedua di abad ke-20? Atau, apa yang bisa menjelaskan peristiwa oral sex di Oval Room yang melibatkan Bill Clinton dan Monica Lewinsky? Dan seterusnya.

Faktanya, persoalan paling fundamental semua pendekatan dan teori politik yang ada, dari masa klasik hingga posmodern, adalah ketidakmampuan dalam hal menjawab pertanyaan mengapa kekuasaan tidak bisa dibagi rata.

Nah, cerita di bawah ini diharap dapat memberikan penjelasan yang jauh lebih memadai mengenai politik dan misteri di baliknya. Cerita ini sudah lama beredar, tapi semoga belum basi.

Begini:

Ada anak bertanya pada ayahnya.

“Ayah, dapatkah ayah menjelaskan kepadaku apakah politik itu?”

Agak terkejut sang ayah mendengar pertanyaan dari anaknya yang baru berusia 6 tahun. Agar tak mengecewakan, sang Ayah pun berkata:

“Inilah ilustrasi yang harus kau pahami agar bisa mengerti apa itu politik. Pertama, aku, ayahmu, adalah pencari nafkah bagi keluarga. Dengan demikian, sebutlah aku kapitalisme. Lalu, ibumu adalah pengatur keuangan di keluarga kita. Dalam hal ini, ibumu kita anggap sebagai pemerintah. Bisa kita lihat, bahwa kapitalisme dan pemerintah bekerja keras untuk membesarkanmu. Jadi, dalam ilustrasi ini, kamu adalah rakyat. Sudah jelas?”

Si anak mengangguk puas.

“Bagaimana dengan Mbak Sri yang setiap hari membantu kita?” tanya dia lagi.

“Oh ya, betul juga. Karena Mbak Sri membantu kita, bisalah kita sebut dia buruh,” sang ayah menjawab cepat.

“Kalau adikku?” si anak semakin tertarik.

“Well, dia adalah masa depan. Bagaimana? Puas dan paham?” si ayah menutup penjelasannya.

Si anak mengangguk dengan mantap. Sambil tersenyum dia berusaha mengingat betul ilustrasi yang disampaikan ayahnya itu.

Malam hari, si anak terbangun karena adiknya di kamar sebelah menangis meraung-raung tak karuan.

Ia bangun dan menemukan adiknya dalam keadaan basah kuyup ngompol di tempat tidur. Lalu ia melangkah ke kamar orang tuanya, hendak membangunkan ibu atau ayahnya.

Tetapi, ia hanya menemukan ibu yang sedang tertidur pulas dan mendengkur keras.

Kemana ayah?

Si anak ke dapur. Tapi tak menemukan sang ayah. Ruang keluarga pun kosong melompong. Begitu juga di garasi mobil. Dia hampir menyerah, lalu melangkahkan kaki ke kamar tidurnya.

Ketika melintasi kamar Mbak Sri, sang anak mendengar suara perempuan mengaduh-aduh, dan suara lelaki terengah-engah. Dari lubang pintu dia bisa melihat bagaimana ayahnya ternyata sedang meniduri Mbak Sri.

Melihat adegan yang tak pantas itu, si anak menyerah benaran. Dia melangkah gontai kembali ke kamar tidur.

Di pagi hari, di meja makan, dia berkata kepada sang ayah.

“Kini aku mengerti apa itu politik.”

“Bagus. Kamu memang anak yang cerdas. Membanggakan. Coba jelaskan lagi,” kata sang ayah memberi semangat.

“Aku semakin paham setelah melihat beberapa kejadian tadi malam. Begini: ketika kapitalisme menindas buruh dan memanfaatkan kelengahan pemerintah yang tidak berbuat apa-apa, rakyat pun hanya bisa melongo melihat masa depan yang terancam.” [***]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya