Berita

Raja Hamad/ist

KRISIS BAHRAIN

Raja Hamad Ajak Oposisi Bahas Pembagian Jatah Politik

SABTU, 02 JULI 2011 | 20:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Perundingan antara pemerintah Bahrain dan pihak oposisi untuk meredakan kerusuhan akan segera dimulai.

Raja Bahrain Hamad bin Issa Al Khalifa mengumumkan akan membicarakan masalah penanganan kerusuhan yang dilakukan oleh pasukan keamanan terhadap warga sipil. Rencananya, perundingan akan dilakukan pemerintah dengan kelompok oposisi terbesar di Bahrain, Al Wifaq.

Meski sempat menyuruh anggota parlemennya mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap aksi kekerasan di Bahrain,Wifaq menerima ajakan raja untuk melakukan dialog nasional tersebut. Wifaq memberikan kesempatan kepada negara untuk menulis lembaran baru sejarah Bahrain.


"Kami akan ikut dialog itu, namun jika dialog tidak mengikuti keinginan rakyat, kami akan mundur," kata pemimpin Wifaq, Sheikh Ali Salman seperti dikutip kantor berita BBC (Sabtu, 2/7).

Konflik di Bahrain terjadi karena mayoritas penduduk Bahrain adalah Syiah, sementara tampuk pemerintahan dipegang oleh Sunni. Mayoritas Syiah terus-terusan mengeluhkan diskriminasi politik yang terjadi terhadap mereka. Terinspirasi oleh pemberontakan rakyat yang terjadi di Tunisia dan Mesir belum lama ini, ribuan warga Bahrain turun ke jalan-jalan menuntut perwakilan politik yang lebih adil. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya