Berita

ratko mladic/ist

Dunia

Lusa, Mladic Si Pembantai Kembali Disidang

SABTU, 02 JULI 2011 | 15:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Setelah mengalami penundaan selama 30 hari, sidang lanjutan terhadap Ratko Mladic dijadwalkan kembali pada Senin (4/7) di pengadilan internasional Den Haag, Belanda. Penundaan tersebut dilakukan setelah pada sidang terdahulu, pria yang jadi buronan internasional selama 16 tahun ini, tidak mau menanggapi satupun dakwaan yang dituduhkan kepadanya berdalih sakit.

Namun. pada persidangan lanjutan nanti, Mladic tidak diperbolehkan menunjuk pengacara untuk menyatakan pembelaan atas nama dirinya, seperti yang terjadi pada sidang sebelumnya. Jika Mladic bersikukuh tidak mau mengajukan pembelaan diri, maka hakim akan mengambil alih dan mengajukan pembelaan atas nama Mladic.

Dalam dakwaannya, majelis hakim yang saat itu dipimpin oleh hakim Alphons Orie, menyatakan bahwa angkatan militer bersenjata Serbia yang dipimpin Ratko Mladic telah melakukan aksi membunuh, melukai, dan meneror orang-orang yang berada di ibukota Bosnia. Namun Mladic tidak melakukan satu pun pembelaan dan beralasan bahwa dia sedang sakit.


"Saya telah membela rakyat saya, negara saya, dan sekarang saya membela diri saya sendiri. Yang ingin saya katakan adalah saya ingin hidup sebagai orang yang bebas dan tidak bersalah," ujar pria 69 tahun tersebut usai menjalani persidangan yang digelar pada 4 Juni lalu.

Mladic dituduh dunia internasional sebagai dalang di balik pembantaian lebih dari 8.000 anak-anak dan pria muslim Bosnia di kota Srebrenica pada tahun 1995, pembantaian paling sadis sejak Perang Dunia II. Selain pembantaian di Srebrenica, dia juga didakwa memimpin pengepungan ibukota Sarajevo selama 44 bulan dan melakukan pembantaian tidak kurang dari 10.000 orang pada 1992.

Mladic ditangkap oleh badan keamanan Serbia di Lazarevo, Provinsi Vojvodina pada tanggal 26 Mei lalu setelah sebelumnya menjadi buronan internasional selama 16 tahun. Penangkapan Mladic melibatkan 12 pasukan khusus dari kepolisian Serbia. Saat di tangkap Mladic menggunakan nama samaran Milorad Komadic dan kondisinya terlihat menua dan lemah akibat terserang penyakit stroke.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya