Berita

hillary clinton/ist

Dunia

Hillary Clinton Ancam Assad dengan Perlawanan yang Lebih Rapih

SABTU, 02 JULI 2011 | 12:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Layaknya rutinitas, tiap pekan shalat Jumat di Suriah selalu disusul demonstrasi besar menuntut pemakzulan Presiden Bashar al Assad. Tapi, demonstrasi yang terjadi kemarin diklaim sebagai aksi terbesar sejak bulan Maret. Sekitar tiga juta orang memadati jalanan ibukota Damaskus dan  sejumlah kota besar lainnya, Menurut laporan sementara, 14 demonstran terkena tembakan aparat keamanan.

Sambil membentangkan bendera Suriah, para demonstran melakukan doa bersama agar pemerintah Suriah segera mengakhiri pengepungan militer yang dilakukan di kota-kota  besar Suriah dan meminta keselamatan untuk para demonstran yang menggulingkan rezim Assad. Selain menuntut turunnya Presiden Assad, para pengunjuk rasa ini juga menentang tindakan kekerasan yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi pengunjuk rasa, karena hingga saat ini tercatat 1.400 warga sipil tewas terbunuh oleh aksi kekerasan yang dilakukan militter Suriah sejak Maret.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, seperti dilansir Aljazeera, memperingatkan pemerintah Suriah untuk melakukan reformasi secepatnya karena sudah tidak ada waktu lagi. Dalam kunjungannya ke Lithuania, Clinton mengatakan Presiden Bashar al Assad akan menghadapi penentangan yang lebih teroganisir kecuali bila ada sebuah upaya transisi menuju demokrasi di negara itu.


"Mereka harus memulai sebuah transisi demokrasi dan melakukan satu pertemuan dengan pihak oposisi di Damaskus atau mereka (pemerintah) akan terus melihat resestensi yang semakin terorganisir dikalangan oposisi," ujar Clinton saat di konferensi demokrasi internasional, Lithuania.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya