Berita

PASUKAN PEMBERONTAK/IST

KRISIS LIBYA

Uni Afrika Tak Jemu Damaikan Mu'amar Kadaffi dan Pemberontak

MINGGU, 26 JUNI 2011 | 17:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pertempuran antara pasukan pemberontak dengan pasukan Mu'amar Khadafi semakin memanas.

Kondisi itu membuat negara-negara yang bergabung dalam Uni Afrika semakin was-was dan mengambil inisiatif untuk membahas konflik bersenjata tersebut dalam sebuah pertemuan.

Selama tiga bulan terakhir ini, anggota tim khusus Uni Afrika secara aktif bertemu dengan Khadafi dan pemimpin oposisi untuk mencari data guna penyelesain konflik Libya. Anggota tim khusus ini merupakan perwakilan dari Mauritania, Republik Demokratik Kongo, Mali, Uganda, dan Afrika Selatan. Pertemuan tersebut dijadualkan akan diselenggarakan hari ini (Minggu, 26/6).


Seperti dilansir CNN (Minggu,26/6) bahwa niat baik Uni Afrika ini ditanggapi pesimis oleh pihak oposisi. Mereka mengatakan kalau selama ini, mediasi  yang melibatkan kelompok multinasional tidak akan mengakhiri konflik dan hasilnya tidak sesuai harapan, termasuk konflik di Libya.

Sekadar catatan pada bulan April lalu saja, Uni Afrika berusaha untuk melakukan perdamaian antara Khadafi dan pemberontak, namun usaha tersebut gagal. Pasalnya, proposal Uni Afrika ini ditolak oleh pihak oposisi karena tidak tercantumkan keharusan Khadafi untuk mundur.

Menjelang pertemuan, selain penghentian permusuhan, aktivis hak asasi manusia mendesak Uni Afrika untuk memprioritaskan masalah penderitaan warga sipil terjebak dalam konflik bersenjata dan penerapan pelaksanaan reformasi politik yang diperlukan untuk memenuhi aspirasi rakyat Libya. Pembangunan infrastruktur pasca perang dan pembentukan periode transisi yang inklusif juga merupakan prioritas yang akan dibahas tim khusus Uni Afrika ini. [dry]



Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya