Berita

ilustrasi, Pembobolan bank

Bisnis

Layanan Deposit On Call Diakui Rawan Pembobolan

Dirut BNI Minta Kasus Perbankan Jangan Digeneralisasi
MINGGU, 26 JUNI 2011 | 01:15 WIB

RMOL.Bank Indonesia (BI) melihat produk deposit on call bisa dijadikan sasaran empuk oknum pembobolan bank. Tak berlebihan jika otoritas moneter diminta mengatur layanan ini.

Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Per­banas) Sigit Pramono mengakui, la­yanan deposit on call memang rawan pembobolan.

“Ya memang (rawan) pembo­bolan. Karena itu, deposit on call harus diatur, baik dari sisi bank mau­pun nasabahnya secara lebih rinci,” kata Sigit, belum lama ini.

Namun, Sigit tidak setuju apa­bila bank sentral meng­­ha­pus la­yanan ter­sebut. Menurut dia,  ja­ngan sam­pai kasus yang me­nim­pa salah sa­tu bank mem­bawa dampak pa­da perbankan secara umum.

“Untuk deposit on call ini, jangan gara-gara satu kasus, la­yanannya jadi dihapus. Iba­ratnya, kalau orang membunuh dengan pisau, masak mau dila­rang penggunaan pisau? Kan fungsi pisau ada sisi positifnya juga,” tegas bankir yang hobi fo­tografi ini.

Setali tiga uang, Direktur Uta­ma BNI Gatot M Suwondo me­ngatakan, kasus pembobo­lan dana deposit on call tidak di­sa­maratakan pada seluruh bank.

“Itu kan hanya kejadian pada salah satu bank saja, jangan di­ge­neralisasi. Yang penting kita taati aturan saja dalam layanan itu,” tutur Gatot kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

<i>Deposit on call adalah pe­nem­patan dana oleh nasabah da­lam bentuk simpanan berjangka yang penarikannya ha­nya bisa dila­kukan melalui pem­beri­tahuan terlebih dahulu sesuai ke­sepaka­tan antara nasa­bah dan pihak bank.

Sebelumnya, Deputi Guber­nur BI Bidang Penga­wasan Perbankan Halim Alam­syah me­nyatakan, layanan deposit on call rawan pem­bo­bolan.

Pada rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR bersama Bank Mega, Rabu (22/6), Halim mengatakan, peluang terjadinya pembobolan kembali di layanan deposit on call tetap ada.

Deputi Gubernur BI Bidang Peraturan Perbankan Muliaman Darmansyah Hadad menam­bahkan, secara umum penga­wasan internal dapat menjadi kun­ci untuk mengatasi pem­bo­bolan dana perbankan.

Menurut Muliaman, jika pe­nga­wasan internal itu dija­lan­kan dengan baik oleh bank, akan sa­ngat mengurangi risiko fraud yang dihadapi bank.

“Bank harus melaksanakan prak­tik good corporate gover­nan­ce dengan baik. Karena kalau su­dah menjalankan good corporate go­vernance dengan baik, tidak akan ada fraud,” terang Mu­liaman via SMS. [rm]



Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya