ist
ist
RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengambil alih kasus dugaan korupsi Depo minyak Balaraja dari Kejaksaan Agung. Pasalnya, ada banyak kejanggalan proses hukum yang dilakukan Kejaksaan dalam menangani perkara yang ditaksir telah merugikan keuangan negara sebesar 6,4 juta dolar AS itu.
Anggota Komisi Hukum DPR, Sarifuddin Sudding, setuju agar KPK mengambil alih perkara tersebut. Perlu diingat, kejanggalan proses hukum yang paling mencolok adalah rapat yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Basrief Arief (Kamis 9/6) lalu sudah menyatakan berkas pemeriksaannya P21, tapi kemudian malah dikembalikan lagi berkasnya kepada penyidik Mabes Polri.
"Saya menduga memang ada permainan. Masa sudah P21 kemudian dikembalikan lagi ke penyidik lagi. Dalam Raker dengan KPK nanti saya akan desak KPK agar mereka mengambil alih kasus ini dalam fungsinya selaku koordinasi dan supervisi," ujar Sarifuddin Sudding saat dihubungi (Sabtu, 25/6).
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40