Berita

Dunia

Republik Tiongkok Ultimatum Paman Sam Menjauh dari Laut China Selatan

SABTU, 25 JUNI 2011 | 13:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Konflik perebutan wilayah kepulauan yang ada di Laut Cina Selatan melibatkan enam negara. Keenam negara tersebut adalah Vietnam, Cina, Filipina, Taiwan, Brunei dan Malaysia yang saling klaim atas kepemilikan kedaulatan di kepulauan Spratly. Sementara untuk gugus kepulauan Paracel hanya diperebutkan oleh Cina dan Vietnam. Dua pekan lalu, Cina mengirimkan salah satu kapal patrolinya ke perairan itu dan membuat ketegangan semakin meningkat.



Negara-negara yang mengajukan klaim tersebut tentu bukan tergiur akan luas daratan kepulauan Spratly yang hanya memiliki luas daratan 3 km persegi itu, melainkan potensi sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Beberapa ahli mengatakan bahwa di bawah permukaan laut Spratly disinyalir memiliki kandungan gas dan minyak bumi yang sangat besar, selain itu juga merupakan tempat yang strategis bagi pos-pos pertahanan militer.



Beberapa negara di Asia tenggara menginginkan Amerika Serikat membantu mereka dalam menyelesaikan konflik ini. Pada Kamis lalu (23/6), Filipina, sebagai mantan koloni AS, telah meminta AS untuk mendukung Filipina terkait ketegangan yang di perairan tersebut. Melalui Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, AS mengatakan komitmennya untuk mendukung pertahanan Filipina sesuai dengan Perjanjian Pertahanan kedua negara tahun 1951, yang menyebutkan bahwa AS akan membantu Filipina jika dibutuhkan. Kedua negara rencananya akan melakukan latihan militer bersama pekan depan.



"Kami bertekad dan berkomitmen untuk mendukung pertahanan Filipina," ujar Hillary Clinton dalam sebuah konferensi pers di Washington Kamis lalu (23/6).



Sementara itu, menanggapi pernyataan AS tersebut, Cina menyerukan agar AS segera menjauh dari konflik laut Cina Selatan ini. Menurut Menteri Luar Negeri Cina Cui Tiankai, Beberapa mitra AS memang menginginkan campur tangan AS dan Cina menghargai hal itu. Tapi, lanjutnya, keinginan negara Asia Tenggara ini justru membuat masalah menjadi rumit karena AS bukanlah negara yang mengklaim wilayah laut Cina Selatan dan keterlibatan negara adidaya ini hanya akan memperburuk situasi.



"Saya percaya bahwa beberapa negara saat ini sedang bermain dengan api, dan saya harap AS tidak akan terbakar oleh api tersebut," Menteri Luar Negeri Cina Cui Tiankai dikutip Wall Street Journal (Sabtu, 25/6).



Saat ini tercatat bahwa Cina telah menguasai 7 pulau, Taiwan satu pulau, Vietnam 29 pulau, Malaysia 5 pulau dan Filipina menguasai 8 pulau. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya