Berita

habib rizieq/ist

PK PLAYBOY

Habib Rizieq: Mahkamah Agung Dikuasai Hakim Porno

JUMAT, 24 JUNI 2011 | 19:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengecam putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) bekas Pimpinan Redaksi (Pemred) majalah Playboy Indonesia Erwin Arnad. Putusan tersebut, tegas habib Rizeq, sebagai tragedi hukum.



"Ini tragedi hukum. MA membela dan melindungi teroris moral. Sejak kapan Mahkamah Agung berubah menjadi Mahkamah Asusila?" katanya.



Atas putusan tersebut, FPI akan menyantroni gedung MA untuk menemui ketua majelis hakim PK kasus Playboy, Harifin Tumpa. FPI akan memintai pertanggungjawaban dari Ketua MA itu.



Selain itu, FPI juga akan mendesak Presiden SBY dan DPR agar ikut peduli dengan tingkah laku hakim yang memutus perkara PK tersebut lantaran, ditegaskan Habib Rizieq sekali lagi, sangat mencederai rasa keadilan jutaan umat Islam Indonesia. FPI akan meminta Komisi Yudisial (KY) memeriksa Harifin Tumpa. Tak hanya itu, FPI bahkan akan dorong KPK untuk memeriksa Harifin Tumpa, karena putusan PK itu sangat kontroversial dan sangat mencurigakan. Patut diduga ada permainan mafia Peradilan.



"Harifin Tumpa keblinger menjadikan Playboy sebagai produk pers. Padahal orang awam pun tahu bahwa playboy adalah produk pornografi. Aneh, hakim porno bisa jadi pentolan MA! Kita akan mengajak semua Ormas Islam dan seluruh elemen bangsa untuk membersihkan MA dari hakim-hakim porno yang merusak moral anak bangsa," tandasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya