Berita

bambang widjojanto/ist

Aparat Loyo Urusi Kejahatan Penguasa dan Kejahatan Keuangan

JUMAT, 24 JUNI 2011 | 19:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Aparat penegak hukum selalu loyo menindak perkara-perkara yang bersentuhan langsung dengan lingkaran kekuasaan dan kejahatan keuangan. Aparat hukum seringkali kesulitan memproses kejahatan kekuasaan dan kejahatan keuangan.



"Power and money membuat konstelasi kasus terjadi semakin rumit. Kalau tidak berkaitan dengan  power and money kasusnya enteng, tidak rumit," ujar praktisi hukum Bambang Widjojanto di sela-sela diskusi 'Penegakan Hukum, Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas' yang digelar Indopos Group, di Gedung Graha Pena lantai 7, Jalan Raya Kebayoran Lama 12, Jakarta (Jumat, 24/6)



Karenanya, kata Bambang, lembaga-lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan dan KPK, harus diisi oleh orang-orang yang punya integritas tinggi. Khusus untuk kejahatan-kejahatan keuangan, sambung calon pimpinan KPK ini, dibutuhkan aparat dengan pemahaman dan kemampuan yang mumpuni seputar keuangan.



Selama keduanya tidak terpenuhi, katanya, maka jangan harap kasus-kasus kejahatan yang melibatkan kekuasaan tidak bisa diselesaikan proses hukumnya.



"Bukan hanya di perlukan orang punya integritas saja, tapi juga punya cara-cara yang hebat untuk mengatasinya, misalnya pengetahuan tentang perbankan, keuangan, saham dan sebagainya. Bukan hanya mampu menyidik kasus pembunuhan saja," katanya.



Ada banyak perkara hukum yang melibatkan kekuasaan dan kejahatan keuangan yang sampai saat ini prosesnya mandek. Dua yang diingat publik setidaknya adalah kasus bailout dana Century yang diduga melibatkan Wakil Presiden Boediono dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan kasus IT KPU yang diduga melibatkan partai penguasa. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya