RMOL. Pemerintah didesak meningkatkan kepedulian terhadap pemuda Indonesia dengan mendorong dan mendukung peran aktif pemuda dalam kegiatan-kegiatan kebangsaan yang menjauhkan diri mereka dari pengaruh buruk narkoba dan terorisme.
Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aziz Syamsuddin, di sela-sela apel akbar anggota Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (GM-FKPPI), di Lapangan Kodam Brawijaya, Surabaya.
Acara, yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Anti Narkoba Se-dunia yang jatuh pada hari ini, Jumat (26/6), dibuka dan dipimpin Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan dilanjutkan penataran tingkat purna untuk anggota GM-FKPPI.
Menurut Aziz, narkoba dan terorisme adalah dua isu utama yang wajib diperhatikan pemerintah dalam kaitan dengan kehidupan kepemudaan. Tak bisa dipungkiri banyak kaum muda Indonesia yang menjadi korban peredaran narkoba serta pelaku ideologi teror.
Berdasarkan penelaahan induk organisasi kepemudaan di Indonesia tersebut, kata Aziz, kecenderungan pemuda menjadi korban lebih diakibatkan tak terlibatnya mereka dalam kegiatan positif.
"Dalam kekosongan itu, mereka gampang tergelincir. Dampaknya harus diantisipasi. Makanya perlu peranan pemerintah melibatkan elemen pemuda dalam kegiatan positif," ucap Aziz.
Sah-sah saja bila pemerintah mengandalkan penegakan hukum dengan memperkuat kepolisian demi meredam keterlibatan orang muda dalam narkoba dan terorisme, kata Aziz. Namun dia mengingatkan bahwa peran kepolisian terbukti masih belum mampu menghentikan masalah itu secara total.
"Harus ada pencegahan efektif dan itu harus dilakukan sejak dini melalui kegiatan positif. Tanpa peran pemerintah semua itu tidak bisa berjalan. Seharusnya setiap kegiatan pemerintah mengikutsertakan pemuda. Dari sisi materi pun sebaiknya ada bantuan dana anggaran. Peranan pemuda pun bisa diisi kegiatan positif yang nantinya akan menekan jumlah korban narkoba dan terorisme," ungkap anggota Komisi III DPR ini.
Pada saat yang sama, Sekjen DPP KNPI Sayed Muhammad Muliadi menjelaskan para peserta pengkaderan, yang berjumlah total 300 kader dari seluruh Indonesia, adalah calon pemimpin di daerah yang diharapkan segera berperan aktif di tataran legislatif, eksekutif, dan dunia usaha.
Melalui acara pengkaderan dan apel akbar, diharapkan para pemuda calon pemimpin bangsa tak melupakan nilai-nilai dasar tersebut di tengah segala kepentingan politik dan bisnis mereka. Apabila itu dilupakan, apapun yang akan dilakukan tak akan berguna karena tak bisa mencegah potensi pecahnya Indonesia sebagai bangsa dan Negara.
"Bahwa menjadi pemimpin bangsa masa depan, nilai-nilai yang harus dipegang adalah konsepsi NKRI, UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika.Itu adalah harga yang tak bisa ditawar," tegas Sayed.
Dia melanjutkan FKPPI menjadi telah terbukti mampu menelurkan sejumlah tokoh nasional saat ini, diantaranya Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, pendiri ormas Nasional Demokrat dan pemilik jaringan media massa Media Group Surya Paloh, serta Kepala Badan Pengatur Hulu dan Hilir Migas Tubagus Haryono.
[zul]