Berita

ist

Optimis, Koperasi Kurangi Kemiskinan 8 Persen

KAMIS, 23 JUNI 2011 | 22:44 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Kementrian Negara Koperasi dan UKM mencatat sebanyak 19 persen dari 77.482 koperasi di Indonesia tidak aktif. Diharapkan kedepan koperasi yang ada tetap aktif sehingga pertumbuhan ekonomi akan tumbuh dengan baik.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, pada kunjungan kerja ke Provinsi Lampung, (Kamis, 23/6).

Dia menyebutkan, pelaku usaha kecil menengah di tanah air yang tergabung dalam wadah koperasi saat ini tumbuh dan berkembang. Karena itu, lanjut dia, diharapkan angka koperasi yang tidak aktif akan terus menurun.


Ia menjelaskan, koperasi di Indonesia setiap tahun terus menunjukkan peningkatan aktif dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat. Pertumbuhan koperasi rata-rata nasional dalam beberap tahun terakhir juga menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi menjadi 177.482 unit koperasi.

Berbagai upaya ditempuh agar koperasi di Indonesia tetap aktif salah satunya dengan menumbuh kembangkan pelaku usaha UKM yang tersebar di tanah air sehingga perekonomian nasional dapat tumbuh tinggi.

"Pertumbuhan ekonomi di tanah air pada 2014 ditargetkan bisa mencapai 7,7 persen dan pengurangan angka kemiskinan 8 persen serta pengangguran 5 persen. Pemberdayaan koperasi UKM dengan pelaku usaha sebanyak 53 Juta unit di tanah air merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Menteri Koperasi dan UKM lebih lanjut mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar itu sepertinya tidak sulit dicapai melihat semua potensi yang ada dapat dimaksimalkan dengan baik.

Sementara itu, koperasi di Lampung saat ini berjumlah sekitar 3.400 unit. Dari Jumlah itu yang tidak aktif hanya sekitar 5 persen. Koperasi di Lampung dapat tumbuh dan berkembang mengingat potensi pelaku usaha UKM yang cukup tinggi. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya