Berita

andi nurpati/ist

ANDI NURPATIGATE

MK: Surat yang Dipakai Andi Nurpati Benar-benar Palsu

SELASA, 21 JUNI 2011 | 17:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Surat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tertanggal 14 Agustus 2009 yang digunakan sebagai rujukan Komisi Pemilihan Umum untuk memenangkan Dewie Yasin Limpo dinyatakan palsu. Adalah Abdul Mukhtie Fadjar, mantan Wakil Ketua MK sekaligus mantan Ketua Tim Investigasi Internal MK yang mendalami kebenaran kasus tersebut.

Dihadapan Panitia Kerja (Panja) Mafia Pemilu, hari ini (Selasa, 21/6), Mukhtie menjelaskan surat tersebut diterima anggota KPU Andi Nurpati tidak langsung dari tangan MK.

"Tidak langsung dari MK, tapi dari tangan ke tangan," sebut Mukhtie.


Bukti kepalsuan putusan MK tidak pernah memutus orang perorang, tapi hanya suara.  

Dijelaskan Mukhtie, MK memang mengabulkan beberapa permohonan politisi Hanura, Dewi Yasin Limpo diantaranya menetapkan jumlah perolehan suara yang diperolehnya lebih besar. Namun, MK lagi-lagi tidak menetapkan Dewi sebagai pemenang kursi di Dapil I Sulawesi Selatan.

KPU kata, Mukhtie pada tanggal 14 Agustus 2009 menyurati MK untuk meminta salinan surat keputusan MK terkait sengketa yang diajukan Dewi Yasin Limpo. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua KPU Pusat Hafiz Anshary. Isinya, meminta panitera MK memberikan penjelasan sioal putusan sengketa.

MK sendiri, pada 22 Oktober 2009, langsung membentuk tim investigasi intenal MK. Tim yang diketuai dirinya itu, sebut Muktie, langsung memeriksa staff dan jajaran panitera MK.

"(Hasilnya) ditemukan ada surat, tanggal 14 Agustus dan tanggal 17 Agustus. Nomor kedua surat palsu itu sama. Tapi kami pastikan surat yang benar adalah yang tertanggal 17 Agustus," ungkapnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya