Berita

ilustrasi/ist

TKI DIPANCUNG

Jangan Mabuk Amarah pada Arab Saudi!

SELASA, 21 JUNI 2011 | 07:10 WIB | LAPORAN:

RMOL. Tak bisa dipungkiri, hukuman pancung oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi kepada Ruyati binti Satubi telah menyakiti seluruh rakyat Indonesia. Publik geram, DPR seolah bersuara lantang, dan pemerintah pun mengaku telah mengirim nota protes ke Arab Saudi. Situasi ini membawa psikis rakyat Indonesia untuk membenci Arab Saudi.

"Memendam mabuk amarah (kepada Arab) yang jika tidak dikendalikan, bisa berakibat negatif di kemudian hari. Saya menghimbau, mabuk amarah kepada Arab Saudi sebaiknya tidak diteruskan," kata Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF),  Mustofa B. Nahrawardaya, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 21/6).

Tanpa mengurangi rasa duka cita mendalam pada keluarga korban, kata Mustofa, sebaiknya peristiwa pemancungan Ruyati dijadikan momentum untuk mengoreksi sistem perekrutan, pelatihan, dan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri oleh pemerintah Indonesia sendiri. Introspeksi tersebut penting sehingga memberi manfaat positif pada perusahaan pengerah TKI agar menyadari bahwa pengiriman warga negara sebagai tenaga kerja ke luar negeri bukan sekedar soal uang dan kuota.


"Lebih dari itu, Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang berjumlah hampir 600 perusahaan, wajib hukumnya memberikan bekal bahasa dan keterampilan pada TKI," kata Mustofa.

Mustofa juga mendesak pemerintah meninjau kembali memorandum of understanding (M0U) yang telah dibuat antara Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi. Jangan-jangan, kata Mustofa, penyiksaan yang terjadi di dalam rumah oleh majikan kepada pembantu asal Indonesia, terjadi justru karena MOU tersebut. Majikan tidak bisa memecat begitu saja terhadap pembantu asal Indonesia, karena terkait aturan yang telah disepakati. Akibatnya, pembantu tidak bisamengundurkan diri ketika terjadi kekerasan oleh majikan, dan sebaliknya majikan juga tidak bisa memutus kerja pembantu karena terikat perjanjian.

"Semua penyelesaian soal TKI, bukan hanya pada pemerintah Arab Saudi semata, namun juga lebih banyak pada kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kita sendiri," demikian Mustofa. [yan]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya