ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Tak bisa dipungkiri, hukuman pancung oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi kepada Ruyati binti Satubi telah menyakiti seluruh rakyat Indonesia. Publik geram, DPR seolah bersuara lantang, dan pemerintah pun mengaku telah mengirim nota protes ke Arab Saudi. Situasi ini membawa psikis rakyat Indonesia untuk membenci Arab Saudi.
"Memendam mabuk amarah (kepada Arab) yang jika tidak dikendalikan, bisa berakibat negatif di kemudian hari. Saya menghimbau, mabuk amarah kepada Arab Saudi sebaiknya tidak diteruskan," kata Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B. Nahrawardaya, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 21/6).
Tanpa mengurangi rasa duka cita mendalam pada keluarga korban, kata Mustofa, sebaiknya peristiwa pemancungan Ruyati dijadikan momentum untuk mengoreksi sistem perekrutan, pelatihan, dan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri oleh pemerintah Indonesia sendiri. Introspeksi tersebut penting sehingga memberi manfaat positif pada perusahaan pengerah TKI agar menyadari bahwa pengiriman warga negara sebagai tenaga kerja ke luar negeri bukan sekedar soal uang dan kuota.
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Kamis, 02 April 2026 | 03:59
Kamis, 02 April 2026 | 03:46
Kamis, 02 April 2026 | 03:20
Kamis, 02 April 2026 | 02:55
Kamis, 02 April 2026 | 02:39
Kamis, 02 April 2026 | 02:16
Kamis, 02 April 2026 | 01:59
Kamis, 02 April 2026 | 01:37
Kamis, 02 April 2026 | 01:12
Kamis, 02 April 2026 | 00:54