Berita

mohammed VI/ist

Raja Mohammed VI Janji Upgrade Demokrasi Maroko

SABTU, 18 JUNI 2011 | 15:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Raja Maroko Mohammed VI mengajukan sebuah proposal yang akan menjadi dasar reformasi perubahan konstitusi di negara tersebut. Dalam proposalnya Raja Mohammed VI mengatakan bahwa kekuasaannya akan dikurangi dan  akan menambah porsi otoritas kekuasaan yang lebih besar kepada pemerintah dan parlemen.

Raja Mohammed VI menyampaikan rencananya tersebut dalam sebuah pidato yang ditujukan kepada seluruh warga Maroko. Pidato tersebut merupakan respon Raja untuk menjawab aspirasi masyarakat Maroko. Dia mengatakan bahwa di masa depan Maroko akan menjadi negara demokratis yang berdasar hukum dan lebih mengedepankan otoritas parlemen.

Raja Mohammed VI juga mengatakan bahwa dirinya masih akan tetap memegang penuh kendali angkatan bersenjata dengan menduduki posisi panglima angkatan bersenjata Maroko.


Kepastian apakah warga Maroko akan menyetujui atau tidak proposal Raja Muhammed ini akan diputuskan lewat jajak pendapat yang akan dilakukan dua pekan kedepan.

Meski begitu, sejumlah aktivis pro demokrasi di Maroko menyatakan ketidakpruasanya atas janji demokratisasi yang diajukan raja berusia 47 tahun tersebut.

Saat ini Maroko sedang dihadapkan pada sistem kekuasaan yang tidak demokratis, Selain itu, negara tersebut  juga sedang menghadapi sejumlah persoalan ekonomi seperti tingginya angka pengangguran dan meningkatnya angka kemiskinan. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya