Berita

ilustrasi

Dunia

Pemerintah Libya Adakan Dialog dengan Pemberontak di Luar Negeri

SABTU, 18 JUNI 2011 | 10:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemerintah Libya mulai melakukan pembicaraan dengan kelompok anti pemerintah. Ini merupakan upaya negosiasi baru untuk menyelesaikan konflik besrenjata di negara tersebut.

Perdana Menteri Libya, Baghdadi Al Mahmudi mengatakan hal tersebut dalam sebuah jumpa pers yang berlangsung di Tripoli.

"Pintu kami terbuka untuk semua dan kami melakukan kontak dengan semua kelompok, " kata Baghdadi Al Mahmudi seperti dikutip dari BBC (Sabtu, 18/6).


Baghdadi menyebutkan, pemerintah sejumlah negara yang menjadi lokasi pertemuan itu mengetahui proses pertemuan tersebut. Ia juga memastikan bahwa pertemuan tersebut direkam.

"Kami dapat memastikan sejumlah pertemuan itu berlangsung di Mesir, Prancis, Norwegia dan Tunisia. Tapi, kami tidak bisa menyebutkan nama-nama perwakilan dari kelompok pemberontak yang hadir dalam pertemuan tersebut," katanya.

Pernyataannya dibenarkan oleh utusan Rusia yang berkunjung ke Libya, Mikhail Margelov, yang mengatakan bahwa pemerintah Libya telah melakukan sejumlah pertemuan dengan kelompok pemberontak di sejumlah kota di Eropa.

Di sisi lain, pernyataan Baghdadi ini dibantah oleh kelompok pemberontak. Kepala Urusan Hubungan Internasional Dewan Transisi Nasional Mahmud Jibril memastikan bahwa tidak ada negosiasi yang melibatkan Dewan Transisi Nasional dengan pemerintah.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya