Berita

muhammad nazaruddin/ist

Kasus Jumbo Nazaruddin dan Menteri Endang Sudah Dilaporkan ke KPK

KAMIS, 16 JUNI 2011 | 22:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Bekas Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin lagi-lagi kesandung masalah korupsi. Kali ini ia diduga terlibat kasus korupsi Pengadaan Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) Pendidikan dr/dr Spesialis di RS Pendidikan dan RS Rujukan di Departemen Kesehatan tahun 2010.

Dugaan keterlibatan Nazaruddin sangat kentara. Nazaruddin meloloskan PT. Buana Ramosari Gemilang sebagai pemenang tender dalam proyek senilai Rp 449 miliar tersebut. Tidak hanya Nazaruddin, proyek ini juga menyeret adiknya yang juga anggota DPR, Muhammad Nasir.

Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I), Kamis (16/6) sudah melaporkan dugaan penyelewengan proyek tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka meminta KPK segera menuntaskan kasusnya.


Dalam rilisnya, KP3-I menengerai PT. Buana Ramosari Gemilang sebenarnya dikendalikan oleh anak buah Nazaruddin, Mindo Rosaline Manulang (tersangka suap Sesmepora) dan Marisi Matondang (Direktur Utama PT. Mahkota Negara).

Kemenangan PT Buana Ramosari Gemilang dalam proyek ini sangat janggal. PT Buana Ramosari Gemilang sukses mengalahkan sejumlah perusahaan besar dan berpengalaman, antara lain PT. Indofarma Global Medika, PT. Kimia Farma Trading & Distribution, PT. Rajawali Nusindo dll dalam lelang yang dimulai pada 27 Oktober 2010 itu.

PT. Buana Ramosari Gemilang sendiri beralamat di Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok K No. 55 dengan Direktur Utama, Bantu Marpaung.

"Ini patut dipertanyakan. Dari faktor keuangan dan pengalaman, PT. Buana Ramosari Gemilang tidak mampu mengerjakan proyek sebesar itu. Perusahaan tersebut hanya sebagai ‘boneka’ atau pinjaman untuk ikut dalam proses lelang saja," ungkap KP3-I.

Atas dugaan korupsi tersebut, KP3-I mendesak KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan. KPK secepatnya harus memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, antara lain Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo, Direktur Utama PT. Buana Ramosari Gemilang, Bantu Marpaung, Muhammad Nazaruddin dan adiknya, Muhammad Nasir, Mindo Rosaline Manulang dan Direktur Utama PT. Mahkota Negara Marisi Matondang. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya