Berita

burhanuddin muhtadi/ist

SUARA PD TURUN

Giliran LSI Saiful Muzani Soroti Hasil Survei Denny JA

SENIN, 13 JUNI 2011 | 16:44 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Ternyata tak hanya Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, yang mempertanyakan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia soal migrasi suara Demokrat ke Partai Golkar hanya karena isu korupsi yang melilit mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Lembaga Survei Indonesia besutan Saiful Muzani juga menyoroti temuan LSI Denny JA tersebut.

Burhanuddin Muhtadi, peneliti Lembaga Survei Indonesia, di Jakarta, Senin (13/6), mengatakan Denny JA sebaiknya menjelaskan dan membuktikan kepada publik tentang bagaiman logika migrasi suara dari Partai Demokrat ke Golkar.


Dia memaparkan, temuan lembaga tempat dia bekerja hingga periode Mei 2011 menunjukkan memang terjadi penurunan suara Demokrat sebesar 5 persen, namun justru sebagian suara itu akan cenderung menguntungkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang sebagian lagi berubah menjadi pemilih mengambang (swing voter).

Menurut Burhanuddin, berdasarkan penelitian mereka sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintah di 2004, memang ditemukan kecenderungan elektabilitas PDIP akan meningkat ketika terjadi sentimen negatif terhadap Partai Demokrat dan SBY.

Alasannya, kata Burhanuddin, PDIP konsisten sebagai oposisi utama dan kekuatan posisi tersebut memang mampu meraih simpati publik.

"Tak pernah kita menemukan sentimen negatif ke Partai Demokrat dan SBY, pemilih lari ke Golkar. Agak kurang make sense kalau ke Golkar karena citra buruk Golkar soal pemberantasan korupsi dan kasus Lapindo," kata Burhanuddin.

Apabila Lingkaran Survei Indonesia memang benar-benar menemukan adanya migrasi suara Partai Demokrat ke Golkar, kata Burhanuddin, mereka juga harus menjelaskan mengapa tak ada pemilih yang bermigrasi ke partai besar lainnya seperti Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan. [zul]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Restorative Justice Jadi Komedi saat Diucapkan Jokowi

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:08

Pembentukan Dewan Perdamaian Trump Harus Dikritisi Dunia Islam

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:00

Eggi Sudjana Pengecut, Mau Cari Aman Sendiri

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:15

Beasiswa BSI Maslahat Sentuh Siswa Dhuafa

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:12

Purbaya Bakal Sidak Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:03

Kirim Surat ke Prabowo, Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:32

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Jomplang dengan Nasib Guru Madrasah

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:17

Dukung Prabowo, Gema Bangsa Bukan Cari Jabatan

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:01

Lingkaran Setan Izin Muadalah

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:38

Polri di Bawah Presiden Amanat Reformasi dan Konstitusi

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:13

Selengkapnya