Berita

ilustrasi/ist

Letusan Gunung di Chili Bikin Penerbangan di Selandia Baru Dibatalkan

MINGGU, 12 JUNI 2011 | 19:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Dampak hembusan abu dari letusan Gunung Puyehe-Cordon Caulle, Chili sampai ke wilayah Selandia Baru dan Tasmania. Bahkan, sejumlah penerbangan, baik yang menuju atau meninggalkan Tasmania dan sebagian wilayah Selandia Baru harus dibatalkan.

Hari ini (Minggu, 12/6) perusahaan penerbangan Australia, Qantas, juga telah membatalkan 22 penerbangan yang menuju ke kepulauan bagian selatan Selandia Baru dan Tasmania. Juru Bicara Qantas menilai berbahaya bila pesawat tetap melanjutkan penerbangan melewati abu gunung berapi di kawasan tersebut.

"Karena aktivitas gunung berapi itu masih berlanjut, maka wilayah udara Selandia Baru kemungkinan masih akan terpengaruh hingga setidaknya seminggu ke depan," kata Otoritas Pengawas Penerbangan Selandia Baru yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters (Minggu, 12/6).


Otoritas Pengawas Penerbangan Selandia Baru mengatakan abu tersebut sejauh ini masih berada di atas ketinggian 6.000 meter. Walau sejumlah pengamat menilai bahwa abu tersebut cukup berbahaya bagi mesin pesawat terbang karena dapat mengakibatkan kerusakan yang cukup serius, Beberapa perusahaan penerbangan ada yang tetap menerbangkan pesawatnya di wilayah itu. Mereka menempuh penerbangan di ketinggian yang lebih rendah atau sekitar 5.800 meter untuk menghindari terpaan abu vulkanik yang melayang di kawasan tersebut.

Gunung yang meletus pada tanggal 5 Juni itu telah membuat sejumlah perusahaan penerbangan di Chili, Argentina, Uruguay dan Brazil mengistirahatkan pesawat terbang mereka selama beberapa hari ini.

Partikel abu dari gunung dari gunung tersebut telah menyebar hingga ke kawasan timur Asia dengan ketinggian antara 6.000 meter hingga 10.600 meter. [yan]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya