Berita

barbie/ist

Boneka Barbie Rusak Hutan Indonesia!

MINGGU, 12 JUNI 2011 | 19:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Greenpeace kembali bikin gebrakan. Kali ini kelompok pencinta lingkungan hidup itu menggugat Mattel, produsen Barbie, ikut mrusak hutan hujan Indonesia. Greenpeace mengklaim memiliki cukup bukti yang memperlihatikan kemasan Barbie berasal dari hutan di Indonesia.

Uji forensik telah dilakukan oleh para peneliti Greenpeace, begitu juga dengan penyelidikan di lapangan pun sudah dilaksanakan. Di pemetaan data dan penelusuran sertifikat perusahaan ditemukan data yang sangat akurat tentang penggunaan kemasan yang diproduksi Asia Pulp and Paper (APP), sebuah perusahaan pengolahan kayu yang kerap dianggap bermasalah. Selain Mattel, perusahaan mainan Disney juga telah menggunakan bungkus yang diproduksi anak perusahaan Sinar Mas itu.

Menanggapi pernyataan Greenpeace, APP telah melayangkan bantahan yang menyebutkan bahwa produknya telah memenuhi persyaratan hukum di semua negara termasuk, Indonesia.


"Ini adalah tanggung jawab kami untuk mematuhi UU yang berlaku, dan bukan untuk memenuhi tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak beralasan dari sebuah LSM asing," tulis pihak APP.

Hari Selasa lalu (7/6), sekelompok aktivis Greenpeace menggelar unjuk rasa di depan kantor Mattel di Los Angeles. Sebagian besar dari mereka berdandan seperti Ken yang merupakan pasangan Barbie. Sebuah spanduk raksasa dibentangkan, dan bertuliskan: “Barbie, semuanya sudah berlalu. Aku tidak akan kencan dengan gadis yang suka deforestasi."

Menurut Juru Kampanye Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, aksi mereka untuk menyelamatkan hutan Indonesia dan kemungkinan punahnya hewan langka seperti harimau. Bustar juga mengatakan bahwa Mattel dan Disney bertanggung jawab dalam mendukung pembangunan yang bersih dan rendah karbon.

"Mattel harus berhenti membungkus mainan mereka dengan kerusakan hutan," ujarnya. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya