Berita

ilustrasi

Warga Meksiko Tolak Perang Anti Narkoba

SABTU, 11 JUNI 2011 | 22:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Ratusan warga Meksiko ikut ambil bagian dalam konvoi perdamaian untuk memprotes perang terhadap narkoba. Rombongan telah tiba di tempat tujuan mereka yaitu di daerah perbatasan Meksiko dengan Amerika Serikat di Ciudad Juarez. Ciudad Juarez merupakan garis depan perang terhadap narkoba di Meksiko.

Perjalanan selama seminggu ini dipimpin oleh seorang penyair bernama Javier Sicilia, yang putranya diduga tewas dibunuh oleh kelompok geng narkoba.

Sicilia dan sekitar 500 lainnya menandatangani sebuah pakta yang meminta pemerintah untuk berbuat lebih banyak lagi dalam menghentikan kekerasan, yang melanda Meksiko dengan memerangi korupsi, memperbaiki sistem peradilan dan melemahkan kartel dengan menyita aset dan memblokir pencucian uang, bukan dengan mengerahkan militernya.


Sicilia ingin tentara Meksiko ditarik dari jalanan untuk mengakhiri perang melawan kartel narkoba. Menurutnya kebijakan Presiden Felipe Calderon untuk memerangi peredaran narkoba di negara tersebut hanya akan menambah jumlah korban sipil yang tak berdosa.

Menanggapi tuntutan Sicilia, Presiden Calderon mengatakan bahwa penarikan tentara bukanlah suatu pilihan, walaupun hampir 35.000 orang telah tewas dalam kekerasan terkait narkotika sejak Calderon mengerahkan tentara dalam perang melawan kartel pada tahun 2006 lalu.

"Ini adalah awal dari sebuah gerakan perlawanan sipil untuk mengubah kesadaran dan untuk memulai dialog, karena tidak adanya kebijakan pemerintah (yang signifikan dalam menangani kasus kartel narkoba)," ujar Sicilia setelah konvoi tiba di Ciudad Juarez, seperti dikutip BBC (Sabtu, 11/6).

Sicilia juga mengatakan akan membuat aksi unjuk rasa lebih besar jika politisi Meksiko tidak segera menunjukkan komitmen untuk mengubah strategi mereka. [dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya