Berita

hillary clinton/ist

Dunia

Negeri Obama Ngaku Dikalahkan China di Benua Afrika

SABTU, 11 JUNI 2011 | 21:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, mengungkapkan kekhawatirannya atas perkembangan hubungan ekonomi Republik Rakyat China (RRC) dengan Afrika.

Seperti dilansir BBC (Sabtu, 11/6), Hillary mengungkapkan kekhawatirannya saat berkunjung ke Zambia. Dia mengatakan bantuan dan praktik investasi Cina di Afrika tidak selalu memenuhi norma internasional tentang transparansi dan pemerintahan yang baik. Kunjungan Hillary Clinton ke Zambia ini merupakan bagian dari lawatan lima harinya ke negara-negara Afrika.

Hillary menambahkan bantuan dan investasi Cina di Afrika juga tidak menggunakan bakat warga Afrika dalam mengejar kepentingan bisnis RRC. Wartawan BBC, Brenda Marshall melaporkan kritiknya atas RRC oleh Hillary itu bisa dilihat sebagai kekhawatiran Washington atas Beijing yang sudah melangkah lebih dulu untuk ikut menikmati pertumbuhan ekonomi Afrika.


RRC menggunakan Afrika sebagai sumber bahan baku untuk mendukung ekonominya yang berkembang dan pada saat bersamaan membangun prasarana serta jaringan telepon genggam di Afrika. Selain itu RRC juga membeli lahan yang luas di Afrika untuk menanam bahan pangan. Berbeda dari kerjasama ekonomi dengan negara-negara Barat, RRC tidak mengkaitkannya dengan masalah lingkungan, korupsi, maupun hak-hak pekerja saat berhubungan dengan Afrika.

Kekhawatiran atas RRC itu dinyatakan Hillary usai menghadiri forum tentang kesepakatan dagang yang memberikan status bebas bea untuk ekspor dari Afrika ke pasar Amerika. Dia mengatakan tidak semua negara memanfaatkan kesepakatan itu secara maksimal dan mendesak Afrika untuk menggunakannya. Clinton juga mendorong para pemimpin Afrika, agar mencabut penghalang perdagangan, memerangi korupsi, dan mengembangkan kesempatan bisnis yang lebih besar, khususnya untuk kelompok perempuan. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya