ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Pihak berwenang Jerman kini telah mengidentifikasi taoge yang ditanam penduduk lokal sebagai sumber wabah bakteri pembunuh E. coli yang telah menewaskan setidaknya 30 orang warganya. Para pejabat kesehatan Jerman sebelumnya percaya bahwa bakteri E. coli itu dibawa oleh ketimun impor dari Spanyol, bukan taoge.
"Sumbernya tauge," ujar Kepala Pusat Pengendalian Penyakit Nasional Jerman, Reinhard Burger dalam konferensi pers mengenai wabah bakteri enterohaemorrhagic E. coli (EHEC) di Jerman Utara.
"Orang-orang yang makan taoge ternyata sembilan kali lebih mungkin mengalami diare berdarah atau gejala-gejala lain infeksi EHEC dibandingkan mereka yang tidak makan taoge," kata Burger seperti dilansir kantor berita AP, (Sabtu, 11/6).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42