Berita

Juan Manuel Santos/ist

Pemerintah Kolombia Jamin Kerugian Warga akibat Konflik 1964

SABTU, 11 JUNI 2011 | 17:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemerintah Kolombia menandatangani undang-undang mengenai kompensasi bagi korban yang terlibat konflik bersenjata di negara tersebut yang terjadi pada tahun 1964.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menamai hukum tersebut dengan nama Hukum Korban. Ia menjelaskan bahwa undang-undang bertujuan untuk membayar ganti rugi atas kerusakan yang diderita korban terbunuh dalam insiden 47 tahun lalu. Selain itu, undang-undang menjamin untuk mengembalikan jutaan hektar lahan yang dicuri kepada pemilik yang sah.

Menteri Pertanian Juan Camilo Restrepo mengatakan, paramiliter pemberontak dan pengedar narkoba telah menggunakan kekerasan dan penipuan untuk menguasai tanah, yang membuat mereka kaya. Maka dari itu muncul kekhawatiran dari pemerintah bahwa para pemberontak dan para pengedar narkoba akan merespon sikap pemerintah ini dengan melakukan tindak kekerasan terhadap pemilik tanah yang sah dan juga terhadap pemerintah.


Para pengamat mengatakan bahwa penerapan hukum ini merupakan tantangan besar yang diambil pemerintah Kolombia dalam dekade ini. Pasalnya, tagihan biaya kompensasi bisa mencapai 20 milyar dolar AS.

Seperti dilansir BBC (Sabtu, 11/6), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang juga hadir dalam upacara penandatanganan undang-undang tersebut di Bogota, menyambut gembira penandatanagnan undang-undang tersebut. Baginya, hal itu sebagai kemajuan yang penting bagi Kolombia.

Namun ia mengingatkan bahwa pekerjaan baru saja dimulai, dan PBB berjanji akan membantu Kolombia menerapkan undang-undang tersebut. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya