Berita

ratko mladic/ist

Dunia

Ratko Mladic: Seluruh Dunia Tahu Siapa Saya!

SABTU, 04 JUNI 2011 | 16:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Setelah 16 tahun buron, Ratko Mladic akhirnya diseret ke pengadilan internasional. Di persidangan, mantan komandan angkatan bersenjata Serbia Bosnia itu membantah tuduhan yang menyebutnya sebagai penjahat perang.

Mladic adalah dalang di balik pembantaian lebih dari 8.000 anak-anak dan pria muslim Bosnia di kota Srebrenica pada tahun 1995, pembantaian paling sadis sejak Perang Dunia II. Selain pembantaian di Srebrenica, dia juga didakwa memerintahkan pengepungan ibukota Sarajevo selama 44 bulan dan melakukan pembantaian tidak kurang dari 10.000 orang pada 1992.

Bantahan dilontarkan Mladic dalam persidangan PBB. Dengan sedikit emosi, Mladic menyatakan bahwa dia tidak ingin mendengar satu katapun yang menuduh dirinya ada di balik semua dakwaan. Pria berumur 69 tahun tersebut menyatakan kepada majelis hakim bahwa dia sakit dan sekarang dalam keadaan yang sangat kritis.


Dalam dakwaannya, majelis hakim yang dipimpin oleh hakim Alphons Orie, menyatakan bahwa angkatan militer bersenjata Serbia telah melakukan aksi membunuh, melukai, dan meneror orang-orang yang berada di ibukota Bosnia.

"Seluruh dunia tahu (siapa) saya. Saya adalah Jenderal Ratko Mladic. Saya telah membela rakyat saya, negara saya, dan sekarang saya membela diri saya sendiri. Yang ingin saya katakan adalah saya ingin hidup sebagai orang yang bebas dan tidak bersalah," ujar Mladic dalam persidangan tersebut seperti dilansir Reuters (Sabtu, 4/6).

Hakim menetapkan sidang berikutnya pada tanggal 4 Juli. Saat ini Mladic masih menggunakan pengacara yang ditunjuk pengadilan. Tapi untuk persidangan berikutnya dia boleh menunjuk pengacara tetap atau melakukan pembelaan sendiri. Selain itu, Mladic diberi waktu 30 hari untuk mengajukan pembelaan. Jika tidak, hakim akan mengajukan pembelaan atas nama Mladic.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya