Berita

apache/ist

Dunia

Berdalih Kurangi Korban Sipil, NATO Pakai Apache

SABTU, 04 JUNI 2011 | 15:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Untuk pertama kalinya, helikopter serang Apache milik Inggris digunakan NATO dalam melakukan serangan ke Libya. NATO menggunakan helikopter serang itu untuk menghancurkan radar dan sebuah pos pemeriksaan senjata di Brega, Libya.

Keputusan untuk mengirim empat helikopter Apache ke Libya diputuskan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pada 27 Mei lalu. Langkah ini dilakukannya untuk mengurangi korban sipil seperti dalam operasi-operasi sebelumnya yang menggunakan Tornado dan pesawat tempur

Kapten kapal induk HMS Ocean yang menjadi pangkalan Apache melaporkan bahwa target yang diminta NATO telah dihancurkan. NATO akan terus menggunakan helikopter buatan Amerika Serikat itu jika dianggap perlu.


Selain Apache, NATO untuk pertama kalinya menggunakan helikopter buatan Perancis, Gazelle, untuk melakukan serangan lain di Libya. Pada hari Rabu (1/6) NATO telah memperpanjang 90 hari untuk menyelesaikan misinya di Libya.

"Kami akan terus menggunakan aset (helikopter) tersebut kapanpun dan di manapun jika dibutuhkan, dengan menggunakan ketelitian yang sama seperti yang kami lakukan dalam setiap misi," ujar Letnan Jenderal Charles Bouchard, Komandan Operasi Unified Protector, dikutip dari BBC (Sabtu, 4/6).

Sebagian pakar pertahanan sebelumnya sudah mengingatkan bahwa keputusan untuk mengirim helikopter Apache memiliki konsekuensi jatuh korban lebih banyak di pihak NATO. Apache lebih mudah lakukan serangan, baik menggunakan roket granat atapun senjata, ketimbang pesawat jet yang selama ini telah digunakan untuk melakukan serangan udara.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya