ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Pidato peringati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 1945 yang dilakukan MPR RI merupakan peristiwa kebangsaan yang sangat penting. Lebih-lebih dengan bertemunya para pemimpin nasional, MPR RI benar-benar menjadi wadah permusyawaratan.
"Pidato kebangsaan tersebut harus menjadi tradisi untuk berdialog, guna mempertegas haluan bangsa ke depan tanpa kehilangan pijakan sejarah bangsanya. Secara khusus kita mengucapkan terima kasih kepada Ketua MPR Taufiq Kiemas atas perannya sebagai jembatan kebangsaan," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi pidato Presiden SBY, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ketiga RI BJ Habibie (Kamis, 2/6).
Terkait pidato Megawati Soekarnoputri, kata Hasto, ada tiga hal pokok yang disampaikan. Pertama, Megawati mengajak semua untuk melakukan kontemplasi diri, bahwa berbicara tentang Pancasila tidak terlepas dari benang merah alur pikir Bung Karno. Kedua, kesadaran sejarah bangsa terhadap dasar-dasar dari Indonesia merdeka juga dilupakan, sehingga Indonesia seolah berjalan tanpa arah.
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
UPDATE
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:11
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:56
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:48
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:35
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:31
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:21
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:15
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04