Berita

basarah/ist

Jangan Biarkan KPK Jadi Alat Balas Dendam Penguasa!

SENIN, 30 MEI 2011 | 08:46 WIB | LAPORAN:

RMOL. Setelah kepemimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini yang akan berakhir pada Desember 2011, pimpinan KPK yang akan datang harus diisi oleh sosok yang memiliki visi pencegahan korupsi. Pimpinan KPK juga harus memiliki visi penegakan hukum dan mampu menerjemahkan filosofis kehadiran lembaga KPK dalam sistem peradilan nasional.

"Tugas KPK harus lebih dioptimalkan kepada pencegahan korupsi daripada penindakan," kata anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (29/5).

Sehingga, kata Basarah, tujuan utama KPK untuk menyelamatkan uang negara dari koruptor bisa dicapai dan tidak akan menimbulkan konflik sesama kelompok atau golongan dalam masyarakat. Sedangkan dalam upaya penindakan, langkah dan kerja KPK selama ini lebih banyak menguntungkan pihak yang berkuasa dan merugikan pihak yang tidak berkuasa.


"Bila demikian, KPK akan sekadar menjadi alat balas dendam politik karena siapapun yang berkuasa akan dapat menggunakan KPK sebaga alat kekuasaan untuk menghabisi lawan-lawan politiknya," tegas Basarah.  

Apabila hal ini dibiarkan, Basarah yakin akan mengganggu keutuhan NKRI. Basarah juga menilai rakyat sudah letih menyaksikan berita korupsi setiap hari. Karena itu, KPK lebih baik fokus pada prioritas pencegahan daripada penindakan. [yan]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya