RMOL. Markas Besar Tentara Nasional Indonesia berharap pemuda Indonesia lebih berperan aktif dalam turut menjawab permasalahan aktual bangsa, khususnya membangun dan menjaga wilayah perbatasan Indonesia, serta menggalakkan kembali nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyampaikan harapan tersebut saat beraudiensi dengan Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang dipimpin Ketua Umum Azis Syamsuddin. Pertemuan dilakukan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/5).
“Saya minta pemuda-pemuda kita ikut dalam kegiatan TNI artinya TNI bersama masyarakat, pemuda, membangun kembali daerah-daerah sesuai keinginan masyarakat lokal, jadi masalah-masalah lokal harus dikedepankan,†ujar Panglima Agus Suhartono.
Agus Suhartono mengakui bahwa pada zaman Orde Baru, TNI dan organisasi kepemudaan kerap bekerjasama dalam program-program pembangunan wilayah perbatasan. Namun pasca reformasi 1998, kerjasama memang agak merenggang, ujarnya. Kerjasama dengan kelompok kepemudaan tersebut semakin penting mengingat saat ini Mabes TNI lebih mengedepankan pendekatan kesejahteraan daripada pendekatan keamanan, khususnya di wilayah perbatasan, kata Agus.
“Saya sangat mendorong kerjasama pemuda dengan aparat militer kewilayahan. Mungkin lebih pas kalau keterlibatan pemuda dikoordinasikan oleh aparat kewilayahan karena hampir di setiap Kodam ada kegiatan secara lokal,â€ujarnya.
Sementara terkait dengan niat KNPI untuk bersama TNI mensosialisasikan Pancasila dengan masyarakat, Panglima TNI menyatakan siap untuk bekerja sama. Dia menjelaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengumpulkan sejumlah lembaga tinggi negara untuk menyusun program aksi untuk mengembalikan pemahaman masyarakat tentang Pancasila.
“Mari kita dorong bersama-sama agar segera kembali kita memahami tentang Pancasila,†kata Agus.
Sementara Ketua Umum KNPI Azis Syamsuddin mengakui pentingnya usaha untuk meningkatkan sinergi TNI dan peran pemuda untuk menumbuhkan nasionalisme dan rasa kebangsaan di tengah masyarakat. Dia mengaku siap untuk bersama TNI untuk menggerakkan perangkat pemuda menjadi ujung tombak hingga di tingkat kelurahan atau pedesaan, berkoordinasi bersama aparat teritorial TNI mengatasi permasalahan yang ada.
“Karena di daerah kalau ada apa-apa yang bergerak duluan adalah TNI bukan polisinya. Jadi KNPI bisa jadi perangkat yang bisa bersinergis dengan TNI,†kata Azis.
Saat audiensi, Azis juga memperkenalkan jajaran pimpinan pusat KNPI kepada jajaran pimpinan TNI. Dia mengakui konflik internal yang terjadi saat ini di tubuh KNPI akan segera diselesaikan dalam kongres pemuda yang rencananya dilaksanakan Oktober mendatang.
“Saya hanya berusaha agar KNPI tidak bisa dibawa ke partai politik, supaya pemuda tidak pecah,†ujar Azis.
[arp]