ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Filipina menolak permintaan untuk menurunkan upah minimum bagi pembantu rumah tangga yang dikirim ke Arab Saudi. Pemerintah Filipina beralasan, jika permintaan Saudi tersebut dipenuhi, upah minimum pembantu rumah tangga Filipina akan turun 50 persen.
Pemerintah Filipina telah menyatakan menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga ke Kerajaan Arab Saudi hingga ada kesepakatan mengenai gaji minimum. penangguhan pengiriman tenaga kerja domestik tersebut kemungkinan akan menimbulkan dampak besar bagi kedua negara.
Permasalahan upah minimum ini mulai mengemuka pada bulan Maret, ketika pemerintah Filipina mengumumkan agar pekerja domestik dari negeri itu harus digaji setidaknya 400 dollar Amerika per bulan atau sekitar Rp 3,5 juta dan mendapatkan jaminan kondisi kerja yang manusiawi. Namun, Arab Saudi secara tersirat menghendaki upah minimum bagi tenaga kerja domestik asal Filipina hanya setengah dari jumlah tersebut.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42