Berita

ilustrasi

Dunia

Lagi, Bom Bunuh Diri Guncang Kabul

Pelakunya Dua Orang, Satu Orang Hancur, Satu Orang Lagi Melarikan Diri
SABTU, 21 MEI 2011 | 18:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Bom bunuh diri kembali meledak di ibukota Afghanistan, Kabul. Pembom yang belum diketahui identitasnya meledakkan dirinya di sebuah kantin rumah sakit militer Kabul yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari kedutaan besar Amerika Serikat. Insiden bom bunuh diri ini menyebabkan tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Menurut salah seorang dokter Rumah Sakit Charsad Bestar, peristiwa terjadi saat semua orang melakukan makan siang di kantin rumah sakit. Kemudian sebuah ledakan terdengar dari salah satu pengunjung kantin. Sontak saja hal ini membuat semua orang berlarian keluar dari kantin tersebut.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh dua orang. Keduanya mengenakan sebuah identity card (ID) yang bisa meloloskan keduanya dari pengamanan ketat rumah sakit. Satu orang telah meledakkan bahan peledak yang mereka bawa, sementara satu orang lagi belum diketahui keberadaannya.


"Ini sangat menarik bagaimana para pembom bunuh diri berhasil masuk ke dalam, (padahal) siapapun yang ingin mengunjungi keluarga atau teman di rumah sakit, harus melewati pemeriksaan keamanan  (yang ketat) dan memperoleh kartu identitas khusus," ujar reporter Al Jazeera, Sue Turton (Sabtu, 21/5).

Rumah Sakit Charsad Bestar dibangun pada tahun 1970-an. Tentara yang terluka pada masa pendudukan Soviet dirawat di sana, di samping orang-orang yang terluka dalam perang saudara yang pecah sesudah pendudukan Soviet. Bahkan akhir-akhir ini rumah sakit itu menjadi tempat perawatan para komandan Taliban dan Al Qaeda yang terluka. Negara-negara Barat telah menanam dana jutaan dollar di rumah sakit ini, untuk memperbaiki fasilitas dan memberikan peralatan kedokteran canggih serta ambulans udara. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya