Berita

Dunia

Israel Hina Cita-cita Obama untuk Timur Tengah

Perbatasan Pra-1967 Ditolak mentah-mentah
SABTU, 21 MEI 2011 | 11:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Perundingan mengenai terbentuknya negara Palestina kini mengalami babak baru, yaitu masalah batas wilayah yang harus disepakati antara Palestina dan Israel.

Presiden Obama mengadakan pertemuan dengan PM Israel mengenai hubungan antara Israel dan Palestina di Washington. Dalam pertemuan tersebut Obama mengatakan tujuan akhir yang ingin dicapai Amerika Serikat di Timur Tengah adalah Israel bisa hidup berdampingan dengan aman bersama warga Palestina. Perdamaian di Timur Tengah, menurut Obama bisa terwujud, jika Palestina bisa berdiri sebagai sebuah negara yang merdeka.

Obama juga mengusulkan batas wilayah negara Palestina harus didasarkan pada perbatasan yang ada sebelum perang Arab-Israel 1967. Selain itu  perjanjian damai juga harus mencakup pertukaran tanah yang disepakati bersama untuk menciptakan negara Palestina yang layak dan Israel yang aman.


Para perunding perdamaian Timur Tengah dari kelompok Kuartet yang terdiri dari AS, Rusia, Uni Eropa dan PBB menyatakan dukungan kuatnya terhadap visi Presiden Obama itu.

"Kuartet setuju terhadap kemajuan keamanan (Timur Tengah) yang memberi dasar bagi Israel dan Palestina untuk mencapai resolusi akhir dari konflik melalui negosiasi serius dan substantif dan kesepakatan bersama mengenai semua masalah inti," kata Kelompok Kuartet tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip Aljazeera (Minggu, 21/5).

Meski mendapat dukungan dari kelompok Kuartet, pendapat Obama ini ditolak oleh Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Netanyahu menolak negara Palestina yang didasarkan pada perbatasan yang ada sebelum perang Arab-Israel 1967. Menurutnya, Israel siap untuk "bermurah hati" terhadap pembentukan negara Palestina bagi perdamaian di Timur Tengah, namun tidak dengan perbatasan sebelum 1967.

Menurutnya, pendapat Obama hanyalah suatu upaya utopis untuk menciptakan perdamaian Timur Tengah. Palestina, lanjut Netanyahu, harus menerima realitas yang ada dan melihat kembali perubahan demografis kedua negara.

"Mereka tidak memperhitungkan perubahan demografis tertentu atas dasar yang telah terjadi selama 44 tahun terakhir," ujar Netanyahu seperti dilansir BBC

Baik Obama maupun Netanyahu menolak keterlibatan Hamas dalam negosiasi perdamaian dan hanya mengakui kelompok faksi Fatah dan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas dalam bernegosiasi. Menurut mereka Hamas adalah Al Qaeda versi Palestina karena selalu melakukan teror di Israel.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya