Berita

ISRAEL VS PALESTINA/IST

Dunia

KRISIS PALESTINA

Amos Ngeri Melihat Dampak Pengusiran Paksa Israel Atas Warga Palestina

MINGGU, 15 MEI 2011 | 19:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta kepada Israel untuk menghentikan pengusiran paksa warga Palestina dari Yerusalem ke berbagai daerah di Tepi Barat.

Pengusiran paksa tersebut semakin memperburuk dan memperpanjang penderitaan masyarakat Palestina. Seruan ini disampaikan  Wakil Sekjen PBB untuk urusan Kemanusiaan Valerie Amos seperti dikutip IRNA (Minggu, 15/5).

Amos mengeluarkan seruan itu  setelah dia melakukan kunjungan ke Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Dalam kunjungan tersebut ia singgah ke desa Nabi Samwil dan mencatat  85 persen rute perbatasan Tepi Barat dibatasi oleh tembok pemisah yang memaksa 8.500 warga Palestina tersisolasi dan bermigrasi ke Tepi Barat. Warga desa ini juga harus mengantongi izin jika ingin pergi ke Yerusalem dan juga harus melalui pos pemeriksaan.


Dalam kesempatan itu, dia juga mengunjungi sebuah sekolah yang hanya memiliki satu kamar tanpa jendela dan fasilitas sangat sedikit dikarenakan aturan Israel  yang tidak mengizinkan adanya fasilitas tersebut. Dalam kunjungannya ke Yerusalem Timur, Amos mencatat bahwa hanya ada 13 persen tanah lapang yang tersedia dan menyebabkan wilayah ini penuh sesak.

"Kebijakan Israel menyebabkan migrasi paksa warga Palestina dari Yerusalem dan dari seluruh Tepi Barat. Palestina harus mampu merencanakan dan mengembangkan komunitas mereka. Mereka harus dapat mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan dan untuk melakukan kehidupan yang normal," ujar   Amos.

Menurut dia, cara-cara yang dilakukan Israel tersebut sangat mengerikan. Amos  menyebut peraturan yang diterapkan Israel ini menghambat penyediaan layanan umum di Palestina. [dry]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya