Berita

m. jasin/ist

SUAP SESMENPORA

Chandra Hamzah Koreksi Jasin Soal Oknum KPK Pemeras Rosa

Pemerasnya Bukan APH dan Tak Terkait Suap Sesmenpora
KAMIS, 12 MEI 2011 | 17:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah meluruskan kesimpangsiuran kabar soal pemerasan yang dialami Rosa, broker suap pembangunan Wisma Atlit di Gelora Jakabaring Palembang senilai Rp 3,2 miliar di kantor Kemenpora.

Chandra membenarkan kalau Rosa diperas Rp 1 miliar oleh seseorang yang mengaku petugas KPK. Tetapi orang tersebut bukanlah berinsial APH. "Siapa orangnya belum bisa kita sampaikan. Yang pasti bukan APH. APH itu aparat penegak hukum," kata Chandra di kantornya (Kamis, 12/5).

Hal yang lain adalah soal tempat dan waktu kejadian pemerasan. Pemerasan terjadi bukan di dalam rumah tahanan. Pemerasan terjadi pada medio 2010 dimana KPK belum melakukan penyidikan terhadap Rosa dalam perkara suap Sesmenpora.


"Pemerasan itu tak ada hubungannya dengan Suap Sesmenpora," terang Jasin sambil menegaskan KPK sudah menerima laporan soal pemerasan yang dialami Rosa itu pada 29 April kemarin.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua KPK M. Jasin mengatakan Mindo Rosaline Manullang diperas oleh seseorang yang mengaku-ngaku sebagai pegawai KPK. Orang tersebut berisial APH dan mendatangi Rosa di rumah tahanan. APH kemudian meminta Rosa menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar.

"Ini belum semua tahu, bahwa ada orang yang mengaku KPK dan ikut
menerima uang," kata Wakil Ketua KPK, M Jasin saat dihubungi wartawan, Kamis (12/5).

Jasin menuturkan, APH meminta Rosa menyerahkan uang sebesar Rp 1 miliar dengan janji bisa membebaskan Rosa dari jeratan hukum perkara kasus suap Rp 3,2 miliar yang juga menyeret Sesmenpora Wafid Muharam. [arp]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya