Berita

alvin lie/ist

Alvin Lie Ingatkan JK Sertifikasi FAA Bukan Segalanya

KAMIS, 12 MEI 2011 | 15:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sertifikat penerbangan yang dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration (FAA) bukan satu persyaratan mutlak yang harus dimiliki sebuah pesawat yang diizinkan untuk terbang. FAA ini setara dengan sertifikasi yang dikeluarkan setiap negara. Karena itu, setiap negara memiliki sertifikat masing-masing termasuk Indonesia.

"Jadi FAA itu bukan lembaga internasional. Dia merupakan lembaga dari pemerintahan AS. Itu setara dengan dinas sertifikasi kelayakan udara di Indonesia," kata pengamat penerbangan, Alvin Lie, dalam diskusi menyoal pembelian pesawat MA 60 Milik Merpati  di gedung DPR, Jakarta (Kamis, 12/5).

Hal itu dikatakan Alvin menanggapi pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak setuju pembelian pesawat jenis MA 60 dari China karena track-record MA 60 tidak mengantongi sertifikasi FAA. Padahal, kata Alvin, ada tiga pihak yang hanya membutuhkan FAA. Pertama, perusahaan maskapai dari pemerintahan Amerika. Kedua, maskapai yang melayani penerbangan ke Amerika. Sedangkan ketiga, pesawat yang direncanakan akan diekspor ke  Amerika.


"Itu yang wajib (harus memiliki sertifikat FAA), di luar tiga itu tidak wajib (memiliki izin FAA)," ungkapnya seraya menambahkan bahwa tentu akan lebih baik kalau juga pesawat Merpati memiliki sertifikat FAA.

Mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan hal yang disertifikasi itu adalah tipe pesawat, rancang bangun, bahan-bahan, dan proses pembuatannya dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pesawat yang akan mendapat sertifikasi itu adalah pesawat yang sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).

"Itulah maknanya sertifikasi. Saya agak kurang cocok kalau dianggap sertifikasi FAA segala-galanya. Kita tidak punya FAA tidak masalah, asal persyaratan lain terpenuhi," demikian Alvin. [yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya