Berita

yusril ihza mahendra/ist

Yusril Didatangi dan Dimintai Keterangan Seputar Curhat SBY Tentang Boediono

RABU, 11 MEI 2011 | 12:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dewan Penyelamat Negara (Depan) kembali menjalankan silaturahmi ke tokoh-tokoh nasional. Saat ini, Depan menemui mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra di kantor Yusril di kawasan Gatot Subroto, Jakarta (Rabu, 11/5).

Hatta Taliwang, salah seorang personel Depan, terlebih dahulu memperkenalkan personel Depan. Setelah itu, mantan politisi PAN ini mengungkapkan tujuan dari pembentukan Depan. Dalam penjelasannya, Depan dibentuk karena ada kekhawatiran negara ini akan menjadi negara gagal. Karena, pemerintahan saat ini tidak memiliki prestasi.

Makanya, Depan ingin mengetahui secara langsung bagaimana pendapat para tokoh yang dikunjungi, termasuk mengonfirmasi beberapa isu yang berkaitan langsung dengan tokoh yang didatangi.


"Kita juga mau konfirmasi, kenapa misalnya Romli sudah bebas, Yusril masih disandera (kasus Sisminbakum). Yang lain, (soal) curhat SBY yang menanyakan ke Yusril bagaimana kalau Boediono ditangkap (karena kasus Century),  apakah SBY masih bisa dilantik sebagai Presiden. Nah, kita mau konfimasi, itu kayak apa sih?" ucap Hatta.

Sekadar mengingatkan, Yusril ketika berbicara dalam sebuah diskusi yang digelar Petisi 28 di Doekoen Caffe, 8 Juli 2010, mengaku bahwa Presiden SBY pernah menyampaikan kekhawatirannya bila Boediono yang bersama dirinya sudah memenangkan pemilihan presiden/wakil presiden ditangkap sebelum pelantikan. Pertanyaan itu disampaikan SBY kepada Yusril yang dipanggilnya pada suatu hari di bulan Ramadhan tahun itu.

Sebelum menemui Yusril, Depan telah menemui deretan tokoh nasional lain seperti Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Wiranto, Syafii Maarif, Solahudin Wahid, dan Antasari Azhar.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya