Berita

NII

Pemerintah Tetap Dituduh Adu Domba Umat Islam

RABU, 11 MEI 2011 | 10:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Semakin menguat kecurigaan bahwa pemerintah memang melakukan pembiaran terhadap kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9).

Pemerintah dan intelijen pasti sudah mengetahui ada gerakan semacam ini sejak lama, karena kasus NII pernah terungkap di masa lalu. Kalau memang serius, seharusnya pemerintah sejak awal sudah antisipasi.

"Kenyataannya, seperti ada pembiaraan. Kecenderungannya ada pemanfaatan untuk kepentingan sesaat, seperti Pemilu," kata Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah, Syuhada Bahri, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 11/5).


Dia mengamini kabar bahwa Az Zaytun dan NII dimanfaatkan untuk kepentingan politik elit dalam arena pemilihan umum.

"Kita (memang) tidak bisa juga menunjuk (secara langsung) siapa. Saat Pilpres lalu kan ada sejumlah orang berkumpul di Az Zaytun (mencoblos) pakai surat forumulir C. Itu sampai diulang-ulang," jelasnya.

Syuhada mengaku tidak tahu persis apakah NII-Kartosuwirjo saat ini masih bergeliat. Namun, dia menduga NII yang asli memiliki niat baik.

Tapi, belakangan ini ada sekelompok orang yang mencatut nama NII untuk menjelek-jelekkannya karena melakukan segala cara untuk mencapai tujuan. Padahal Islam tidak mengajarkan hal tersebut. Makanya, keberadaan NII yang diributkan belakangan ini dipakai untuk menjelek-jelekkan Islam. Dia mendesak, pemerintah mengusut tuntas dan membongkar kegiatan yang menamakan diri NII ini.

"Kita minta pemerintah mengusut tuntas persoalan ini menjadi terang benderang. NII yang sekarang ini bukan gerakan Islam sebenanya. Kalau tidak, tetap akan ada tuduhan kepada pemerintah untuk mengadu domba umat Islam," tandasnya.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya