Berita

TNI AKTIF BERPOLITIK

Komisi I DPR juga Didesak Ikut Panggil Albiner Sitompul

SENIN, 09 MEI 2011 | 23:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi I DPR, Panglima TNI serta Kepala Staf Angkatan Darat didesak segera memanggil Albiner Sitompul untuk mengklarifikasi  statusnya di kesatuan TNI Angakatan Darat.

Tuntutan itu disampaikan Aliansi Masyarakat Pemerhati TNI saat berunjuk rasa di gedung DPR, Jakarta siang tadi (Senin, 9/5).

Albiner Sitompul merupakan calon bupati Tapanuli Tengah yang tidak diloloskan Komisi Pemilihan Umum Daerah. Karena tak lolos, Albiner Sitompul mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Namun, dalam permohonannya, dia mengaku masih aktif di TNI AD.


Selain itu, demonstran juga menuntut, apabila ternyata jelas terjadi pelanggaran atas sejumlah aturan yang mengharuskan anggota TNI mengundurkan diri jika mencalonkan diri dalam pemilukada, Albiner mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah merusak netralitas TNI.

"Jika benar demikian, maka kami harap ia ditindak tegas dan diberikan sanksi dengan diberhentikan secara tidak hormat karena tela menodai, merusak kehormatan dan netralitas TNI agar dikemudian hari tidak terjadi preseden buruk lagi," ungkap koordinator aksi, Decky Zulkarnaen, lewat keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online.

Decky menjelaskan, Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/546/2006 tanggal 22 Agustus 2006, Buku Saku Netralitas TNI tahun 2008, dan Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR /256/2010 tanggal 19 April 2010 mengharuskan anggota TNI mengundurkan diri jika mencalonkan diri dalam pemilukada.

Selain itu, disebutkan juga pasal 39 jo pasal 47 ayat 1 UU 34/2004 tentang TNI yang mengatur larangan anggota TNI menjadi calon anggota legislatif dan jabatan politis lainnya.

Sedangkan pada pasal 59 ayat 5 huruf g UU 32/2004 dinyatakan, saat mendaftar, calon wajib menyerahkan surat pernyataan mengundurkan diri dan jabatan negeri bagi calon yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya