RMOL. The Political Literacy Institute menggelar seminar "Youth Political Outlook-2011: Saatnya yang Muda Bicara Politik!" di ruang Arifin Panigoro Lantai 3 Kampus Universitas Al Azhar Indonesia, komplek Masjid Agung Al Azhar Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan hari ini (Senin, 9/5).
Kegiatan di UAI ini, merupakan rangkaian program kampanye dan pendidikan politik bagi kaum muda yang diselenggarakan The Political Literacy Institute sepanjang Maret hingga Juli 2011 di beberapa SMA dan universitas di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.
Bila sebelumnya (Kamis, 24/3) bekerja sama dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMAN 78 Kemanggisan, Jakarta Barat, pada pelaksanaan seminar hari ini, The Political Literacy Institute yang biasa disingkat The Policy menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).
Kegiatan ini berangkat dari dinamika politik yang kerapkali membuat kaum muda skeptis. Bahkan, banyak anak muda apatis karena menganggap politik tak memberi pencerahan terlebih memberdayakan kaum muda. Tentu, fenomena ini tak bisa dibiarkan terus menggejala di masyarakat, karena bagaimana pun kaum muda merupakan salah satu pilar utama perubahan sosial saat ini maupun mendatang.
Apalagi saat ini, bisa dikatakan tidak ada partai politik yang menjalankan fungsinya memberikan pendidikan politik, khususnya kepada anak muda.
"Bangsa ini butuh literasi politik, sementara elit dan parpol tak memberi pendidikan politik yang memadai. Bahkan, kerap menciderai harapan publik atas keluhuran politik dalam pemberdayaan masyarakat. Sehingga, diperlukan gerakan pengarusutamaan literasi politik," papar Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto.
Narasumber yang hadir mengisi acara pendidikan politik di kampus UAI hari ini adalah anggota DPR Teresia Pardede, anggota DPRD DKI, Wanda Hamidah, Gurubesar Komunikasi yang juga Dekan FIKOM Universitas Pancasila, Andi Faisal Bakti, MA, PhD.
Partisipan aktif dalam forum tersebut, antara lain, delegasi siswa dari beberapa SMA di Jakarta, mahasiswa UAI serta para aktivis dari kampus-kampus lain. Adapun materi yang diberikan adalah terkait dengan fungsi-fungsi suprastruktur politik baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, gagasan politik kaum muda dalam pemetaan kekuatan politik nasional, serta mengenalkan lebih dekat sistem Pemilu di Indonesia.
[zul]