Berita

NEGARA MISKIN/IST

Dunia

Pertemuan Turki: Solusi atau Persoalan Baru Negara Miskin?

MINGGU, 08 MEI 2011 | 15:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Para kepala negara, anggota parlemen, dan  organisasi masyarakat sipil dari negara miskin,   akan melakukan pertemuan dengan kepala lembaga internasional berkumpul di Istanbul, Turki, besok (Senin, 9/5).

Seperti dilansir kantor berita Iran IRNA (Minggu, (8/5), pertemuan itu juga akan mengundang IMF, World Bank, WTO, dan wakil sekjen PBB Asha Rose Migiro.
Menurut siaran pers  yang di keluarkan Pusat Informasi PBB (UNIC), pertemuan ini diharapkan mampu untuk mencari solusi atau langkah-langkah untuk membangun infrastruktur untuk mencapai swasembada ekonomi, mengetaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan yang layak bagi 48 negara (33 di Afrika, 14 di Asia, dan 1 di karibia).

Langkah-langkah tersebut akan mencakup kemajuan LDC (the least developed countries) secara berkelanjutan pada reformasi ekonomi, pemerintahan dan memanfaatkan sumber daya domestik. Internasional, negara yang paling ekonomis rentan di dunia adalah mencari ekonomi dunia yang lebih besar untuk membuka akses pasar untuk ekspor LDC, untuk terus meningkatkan bantuan pembangunan dan lebih baik sasaran ke arah infrastruktur dan meningkatkan investasi baru, dan memberikan insentif bagi perusahaan berpikir investasi dalam LDC.

Langkah-langkah tersebut akan mencakup kemajuan LDC (the least developed countries) secara berkelanjutan pada reformasi ekonomi, pemerintahan dan memanfaatkan sumber daya domestik. Internasional, negara yang paling ekonomis rentan di dunia adalah mencari ekonomi dunia yang lebih besar untuk membuka akses pasar untuk ekspor LDC, untuk terus meningkatkan bantuan pembangunan dan lebih baik sasaran ke arah infrastruktur dan meningkatkan investasi baru, dan memberikan insentif bagi perusahaan berpikir investasi dalam LDC.

Hal ini di karenakan LDC memiliki porsi yang signifikan dalam kepemilikan sumber daya strategis di dunia (bensin, logam, mineral dan tanah subur) dan tenaga kerja muda dengan upah murah yang mampu untuk menarik perhatian investor swasta ke LDC.

Naiknya harga pangan merupakan tantangan berat dan bisa juga menjadi sebuah peluang. Kebanyakan LDC adalah  pengimpor makanan bersih dan sepertiga dari populasi mereka kekurangan gizi kronis. Tapi jika infrastruktur modern didirikan dan petani lokal memiliki akses untuk mendukung produksinya, maka mereka akan mendapatkan keuntungan  di bidang pertanian. [dry]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya