Berita

ilustrasi

Inilah Sorotan Utama KTT ASEAN ke-18

SABTU, 07 MEI 2011 | 12:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Para kepala negara dan wakil bangsa ASEAN sudah memulai pertemuan tingkat tinggi di Jakarta yang akan berlangsung sampai esok hari. Tahun ini, isu sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja membayangi pembukaan KTT tahunan ASEAN ke-18 ini.

Acara yang biasanya menjadi forum untuk mengkaji masalah-masalah yang terkait dengan perdagangan, kini dengan adanya sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja maka pembicaraan tampaknya akan beralih ke masalah keamanan kawasan (Regional Security).

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan bahwa momen KTT ini bisa menjadi penting dalam menstabilkan situasi kawasan khususnya sengketa antara Thailand dan Kamboja.


"Kami memiliki kerangka acuan yang telah disepakati. Kami sekarang harus menciptakan kondisi yang kondusif untuk tugas awal tim pengamat dan pada saat yang sama kita perlu memiliki proses politik yang sedang berlangsung antara kedua belah pihak," katanya kepada wartawan internasional di Jakarta (Sabtu, 7/5).

Selain masalah sengketa antara Kamboja dan Thailand, ada hal lain yang mengkhawatirkan yaitu permintaan Myanmar mengambil alih kepemimpinan ASEAN 2014 mendatang. Permintaan Myanmar ini memicu kecaman dari para aktivis HAM internasional. Bahkan, Amerika Serikat melalui Human Right Watch mengatakan jika permintaan Myanmar ini dipenuhi maka ASEAN tak ubahnya seperti "bahan tertawaan dari forum antar negara".

"Menghargai Myanmar dengan (menjadikannya) pimpinan ASEAN setelah (Kamboja melakukan) Pemilu palsu dan masih memiliki catatan 2000 tahanan politik hanya akan menambah malu kelompok (ASEAN) ini," ujar Wakil Direktur Asia Human Right Watch, Elaine Pearson.

Dalam menanggapi hal ini, Marty Natalegawa menegaskan bahwa permintaan Myanmar akan dibahas pada puncak acara KTT dan dia menyarankan seandainya Myanmar ingin menjadi Ketua ASEAN maka negara itu harus melakukan perbaikan catatan HAM di negaranya.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya